Eksekusi Terpidana Mati Aris Menunggu Peninjauan Kembali

oleh
ilustrasi

Terdekat Eksekusi Sugik

SURABAYA, PETISI.CO – Anggara Suryanagara, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengaku pihaknya masih belum bisa memastikan kapan pelaksaan eksekusi terhadap Aris Setiawan, terpidana hukuman mati dapat dilaksanakan.

Pasanya, pihaknya saat ini masih menunggu hasil dari proses hukum Peninjauan Kembali (PK) yang tengah ditempuh terpidana Aris. “Kita masih menunggu hasil dari PK yang diajukan terpidana,” terang Angga, Jumat (24/2/2017).

Di Jawa Timur, terinventarisir ada sebanyak 12 nama terpidana mati yang saat ini menanti eksekusi jaksa. Dalam data tervonis mati yang diserahkan ke Kejagung terdapat dua orang yang menyangkut perkara narkotika yakni seorang warga Belanda, Ali Tokman dan rekannya, Fredy Tedjo Abdi asal Surabaya. Melalui putusan kasasi, Ali Tokman terlepas hukuman mati, namun tidak untuk Fredy. Hakim dalam putusan Kasasi, tetap menjatuhkan hukuman mati terhadap Fredy.

Dengan kondisi demikian, Kejati menilai bahwa eksekusi terdekat dimungkinkan untuk Sugianto yang divonis mati atas pembunuhan satu keluarga di Surabaya. Grasi terhadap Sugianto ditolak Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Dari data yang dihimpun, pada tahun 2014, terdapat sejumlah terpidana mati yang ditangani Kejati Jatim dan jajaran. Di antaranya adalah Nur Hasan Yogi Mahendra bin H Abdul Choni di Kejari Lamongan, Edi Sunaryo bin Suparji di Kejari Tulungagung, Sugianto alias Sugik di Kejari Surabaya, Aris Setiawan di Kejari Perak dan Miarto bin Paimin dan Misnari bin Margelap di Kejari Probolinggo.

Sementara terpidana mati, Raheem Agbaje Salami sudah dieksekusi pada pelaksanaan eksekusi mati gembong narkotika jilid 2 tahun 2015 silam.

Adapula nama Hengky Kurniawan yang merupakan gembong narkoba di Surabaya yang sempat divonis mati namun PK-nya dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA). Hengky kemudian divonis 15 tahun penjara.

Aris sendiri, divonis hukuman mati setelah melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga. Dia dianggap terbukti melakukan hal tersebut karena telah melakukan perencanaan sebelum melakukan pembunuhan. (kuniawan)

No More Posts Available.

No more pages to load.