Empat Paslon Pilbub Banyuasin Tuntut Hasil Pilkada Serentak

oleh
Empat Paslon Pilbub Banyuasin Tuntut Hasil Pilkada Serentak

BANYUASIN, PETISI.CO – Empat pasangan calon bupati akan melaporkan temuan adanya politik uang dan menolak hasil Pilkada serentak 2018  di  Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (28/6/2018).

Dalam jumpa pers di Rumah Makan Sederhana KM 12 Kabupaten Banyuasin, dihadiri empat pasang dari lima pasangan calon Bupati Banyuasin, antara lain, paslon nomor urut 1 dihadiri Calon Wakil Bupati H Hazuar Bidui, Paslon Nomor urut 2,  H Arkoni. Paslon Nomor urut 3 diwakili H Burlian.

Ketua Tim Pemenangan Paslon HM Buya Husni Thamrin dan Supartijo, serta paslon dengan nomor urut 4, H Syaiful Bachri dan H Agus Salam turut hadir.

Dalam surat pernyataan dan tuntutan keempat paslon itu antara lain,  bahwa Pilkada Banyuasin 2018 tidak berjalan sesuai dengan azaz Pemilu langsung, umum, jujur, rahasia dan adil.

Bahwa Pilkada Banyuasin 2018, banyak terdapat temuan dan pelanggaran Pemilu, serta kejahatan Pemilu yang dilakukan terstruktur sistematif dan masif.

Bahwa Pilkada Banyuasin 2018 secara de facto telah gagal untuk membangun pertumbuhan dan berkembangan demokrasi di Kabupaten Banyuasin yang tercermin tingkat partisiapasi pemilih hanya 50 persen, sehingga membuat Pilkada Banyuasin tidak legitimet.

“Kami menolak hasil Pilkada Banyuasin, karena masih ada temuan-temuan yang dilakukan pihak penyelenggara, seperti info dari tim kami, adanya kotak suara yang tanpa segel telah dibuka di Muara Sujian, Desa Tirtaharja,” kata H. Arkoni,MD, pasangan Calon Bupati Nomor urut 2 di hadapan Awak Media.

Bukan hanya itu, Arkoni mengungkapkan adanya money politik di Air Saleh, orang yang membagikan uangnya telah mengakui siapa yang meyuruh membagikan uang dan siap untuk menjadi saksi.

Orang yang membagikan uang itu kita dapati telah membuat surat pernyataan juga siap jadi saksi. Termasuk money politik juga ada di Makarti Jaya ditemukan sejumlah uang Rp 10 juta, jadi wilayah perairan Banyuasin syarat dengan money politik. Kami minta juga pasangan No urut 5 untuk didiskualifikasi karena telah melanggar,” ungkapnya.

Oleh karena itu,  pihaknya bersama juga akan melaporkan temuan temuan ini, ke Panwaslu, KPU, Banwaslu dan lainnya. Karena hal ini telah mencederai pesta demokrasi rakyat di Banyuasin.

”Kita laporkan besok, semua temuan ini. Keberpihakan ASN juga sangat sangat tersistematis dalam Pilkada ini,” tegasnya.(rn)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.