Surabaya, petisi.co – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai puncak pagelaran semarak Milad Muhammadiyah ke-113 di Surabaya. Pagelaran yang berlangsung selama dua hari, 29-30 November, ditutup dengan pawai fun walk yang mengasyikkan di sepanjang jalan Mayjend Sungkono.
Pameran pendidikan dari berbagai sekolah Muhammadiyah, mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK, menjadi daya tarik utama, berhasil memikat perhatian pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum.
Faris Abidin, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya terhadap peran Muhammadiyah dalam membangun ukhuwah. Ia menekankan pentingnya momen Milad Muhammadiyah sebagai sarana syiar dakwah ormas yang menjadi salah satu pilar penting berdirinya Republik Indonesia.
Faris Abidin, yang juga aktif di Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari, menambahkan bahwa Muhammadiyah tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran pribadi, bukan hanya sebagai simbol.
“Muhammadiyah adalah gerakan amar makruf nahi mungkar yang terstruktur rapi dari pusat hingga ranting, layaknya bangunan yang kokoh,” tegas Faris
Dengan semangat kebersamaan, Muhammadiyah membangun konsep kepemilikan dari, oleh, dan untuk umat, membatasi kepemilikan secara personal maupun kelompok.
Dalam sambutannya Faris menyampaikan, harapannya, semoga dengan semangat Milad Muhammadiyah ke-113 akan menginspirasi seluruh umat untuk berkontribusi positif bagi bangsa dan negara
Mengakhiri sambutannya, Faris Abidin menyampaikan pesan inspiratif, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah,” pungkasnya. (joe)








