Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menjelaskan kronologi insiden jatuhnya Feeder Wira Wiri Suroboyo dengan Nomor Lambung 29 ke sungai di kawasan Gunung Anyar pada Kamis (19/9/2024). Insiden tersebut terjadi ketika pengemudi bus berusaha menghindari pengendara sepeda motor yang menyalip dari sebelah kiri.
Kepala Dishub Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menjelaskan bahwa bus Feeder Wira Wiri Suroboyo Nomor Lambung 29 berangkat dari Terminal Joyoboyo menuju Gunung Anyar sekitar pukul 08.20 WIB dengan membawa enam penumpang.
“Sekitar pukul 09.00 WIB, saat melintas di Jalan Raya Medokan Sawah, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor yang muncul dari sebelah kiri bus. Pengemudi pun berusaha menghindar dengan membelokkan setir ke kanan, namun sayangnya bus menabrak pembatas sungai dan tercebur,” jelas Tundjung.
Insiden ini terjadi ketika bus melaju di kawasan Gunung Anyar menuju Mangrove, di mana pengendara sepeda motor secara tiba-tiba muncul dari pemukiman dan memotong jalur bus. Pengemudi bereaksi spontan dengan membanting setir ke kanan, namun hal tersebut mengakibatkan bus menabrak pembatas dan jatuh ke sungai.
Saat kejadian, bus tersebut hanya mengangkut tiga penumpang. Beruntung, pengemudi, kondektur, serta ketiga penumpang berhasil selamat dan segera mendapatkan pertolongan dari Tim Gerak Cepat PMI.
“Para penumpang hanya mengalami luka ringan dan mereka melanjutkan perjalanan dengan transportasi lain,” tambah Tundjung.
Setelah insiden tersebut, warga sekitar segera menghubungi Command Center 112 untuk melaporkan kejadian. Tim Gerak Cepat (TGC) dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya pun dengan sigap mengirimkan ambulans untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Selain itu, tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya juga terjun langsung untuk mengevakuasi bus yang tercebur ke sungai.
“Evakuasi Feeder Wira Wiri Suroboyo dilakukan dengan bantuan tim penyelamat, dan saat ini bus tersebut telah dibawa ke dealer untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Tundjung. (dvd)





