BONDOWOSO, PETISI.CO– Malam perayaan Festival Kopi Nusantara 3 di Bondowoso, Jawa Timur, berlangsung meriah. Beberapa tamu penting dari luar kota Bondowoso, turut hadir dalam ajang pesta kopi untuk memberikan penghormatan. Malam selebrasi itu, diisi dengan talkshow dengan mengambil tema ‘Semarak Kopi Bondowoso Dalam Meracik Warisan Sejarah Kopi Indonesia’ bersama Presiden Republik Kopi, yakni Bupati Bondowoso, Drs. Amin Said Husni di Alun-alun Ki Bagus Asra, Sabtu (25/8/2018) malam hari.
Dalam kesempatan itu, Amin menyebutkan, bahwa untuk menjadikan Bondowoso sebagai Republik Kopi seutuhnya seperti saat ini. Menurutnya, tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. “Semuanya melalui proses perjuangan panjang,” ucap Bupati dua periode itu.
Untuk mengklasterisai petani, kata Amin, kopi harus diberi pengetahuan, itu dimaksud untuk mengubah pola pikir petani yang mulanya hanya memproduksi kopi secara asalan, saat ini menjadi berkembang dan bisa menghasilkan kopi yang berkualitas ekspor.
“Setelah dilakukan pembinaan, kualitas produksinya semakin bagus. Akhirnya, pada tahun 2011, kopi Bondowoso tembus ekspor untuk pertama kalinya ke mancanegara. Harga jualnya pun semakin tinggi. Mulanya yang hanya dihargai Rp. 20.000 per-Kg, kini melambung tinggi hingga Rp.80.000 hingga 100.000 –Kg,” katanya sambil mengimbuhkan, dulu, paling tinggi harga jualnya hanya Rp. 20.000 per-Kg.
“Sekarang sudah mencapai antara Rp. 80.000 paling rendah, dan paling tinggi Rp. 100.000 per-Kg. Jadi para petani sekarang sudah menikmati dollar. Bagi mereka dollar naik makin bahagia,” imbuhnya.
Pantauan petisi.co acara tersebut, dihadiri Sekjen Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI), Syukur Iwantoro, Bupati Tanjung Timur, Jambi, Robi Nahdiansyah, ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Syafrudin, wakil ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Pranoto, dan Sorotan Wardi dari Starbucks, dan juga Cahya Ismawadi dari Puslit koka Jember.
Selain itu, mengetahui capaian tersebut, Sekjen Syukur Iriyanto langsung memberikan tepuk tangan, bahkan dia sangat mengapresiasi Kabupaten Bondowoso dalam mendongkrak pertanian kopi. Sebagai wujud apresiasi, Menteri Pertanian RI itu, rencananya akan menyalurkan bantuan 500.000 batang bibit kopi unggul kepada Kabupaten Bondowoso.
“Kami melihat langkah-langkahnya sudah tepat. Fondasinya sudah kuat. Untuk promosi juga sudah luar biasa, ada Festival kopi dan jazz the ijen. Makanya saya akan alokasikan program pemberdayaan masyarakat ke Bondowoso dengan menyalurkan 500.000 batang bibit unggul,” ringkasnya. (sun)






