Festival Muharram 2018 Bondowoso Angkat Potensi Kearifal Lokal

oleh
Bupati saat memberi sambutan.

BONDOWOSO, PETISI.CO – Pagelaran Festival Muharram di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, merupakan kegiatan tahunan. Pegelaran acara tersebut,  bukan hanya sekedar pentas masyarakat Bondowoso untuk bersuka cita, melainkan untuk mengeluarkan potensi dan mempromosikan berbagai potensi unggulan yang ada di Kabupaten Bondowoso, serta menggelar prestasi yang  dicapainya untuk menginspirasi masyarakat agar mengukir prestasi yang sama di masa yang akan datang.

Tak hanya itu, selain menggelar Festival Muharram,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso pada tahun 2018 ini,  juga untuk menyambut tahun baru Islam  1440 Hijriah,  yang mulai tidak banyak diperingati oleh sebagian masyarakat.

Hal ini diungkapkan Bupati Bondowoso, Drs. Amin Said Husni, saat pegelaran Festival di Alun-alun Ki Bagus Asra, Rabu (12/9/2018) malam.

“Perlu ada kegiatan Festival tempat masyarakat untuk bergembira. Lebih dari itu Festival Muharram itu,  dapat menggali potensi, mempromosikan berbagai potensi unggulan di Bondowoso, sekaligus menggelar prestasi untuk menginpirasi pelaku yang lain untuk mengukir prestasi di masa yang akan datang,” papar Bupati dua periode itu,  di hadapan masyarakat yang hadir.

Tidak hanya, kata Amin, cukup sampai di situ,  Festival Muharram ini, juga merancang untuk menampilkan berbagai macam budaya kearifan lokal masyarakat Bondowoso yang sebelumnya telah mulai ditinggalkan.

“Seperti kesenian ojung dan pojien,” cetusnya.

Seraya menambahkan, Ini adalah pentas bagi munculnya karya terbaik masyarakat Bondowoso. Tidak hanya karya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) atau daya tarik pariwisata, tetapi sejak awal dirancang untuk agenda budaya.

“Kareananya sejak awal selalu menanmpilkan seni budaya bondowoso yang mungkin dulu mulai hilang,” tambahnya.

Untuk diketahui, acara tersebut, ditandai dengan pemukulan beduk atau (gendang besar) yang dilakukan Bupati Amin dengan didampingi oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD),  sambil membawakan lagu gambus hasil kolaborasi, yaitu gambus Asyaidah dan beduk Disparpora. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni tari dari siswa dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bondowoso.

Tak hanya itu saja, usai melakoni prosesi pembukaan, orang nomor satu di Bondowoso itu,  bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung meninjau lokasi pameran produk-produk unggulan Bondowoso.(latif)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.