BONDOWOSO, PETISI.CO – Di situasi Pandemi Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bondowoso menggelar doa bersama pembacaan ‘Rotibul Haddat dan Halal Bihalal.
Hadir dalam acara tersebut, KH. Mohammad Hasan, KH. Majlis Aminullah, seksi PD Potren Kemenag Bondowoso, seksi Pendidikan Karakter Disdikbud Bondowoso, seluruh pembina DPC FKDT Kabupaten Bondowoso, dan para guru Madrasah Diniyah (MD), Sabtu (12/6/2021) di kantor DPC FKDT Bondowoso, Jl Pujer, Desa Sumber Salam, Kecamatan Tenggarang.
Dalam sambutannya, KH. Mohammad Hasan, memaparkan, bahwa acara halal bihalal ini kembali ke fitrah harus memberi manfaat, bermakna kembali menjadi hamba Allah SWT. Dalam konteks Madrasah Diniyah, salah satunya adalah memberantas buta huruf Al Qur’an.
“Ustadz-ustadz Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai profesi yang sangat mulia karena telah mengantarkan fitrah anak bangsa untuk memahami agama dan mendidik karakter,” ujarnya.
Selain itu, KH. Mohammad Hasan dihadapan para undangan juga menyinggung kehidupan new normal yang harus dihadapi.
“Madrasah Diniyah Takmiliyah perlu menyiapkan konsep pembelajaran pada masa new normal, kurikulum, prosedur pembelajaran dan kesiapan para ustadz,” jelasnya.
Karena itu, para ustadz dan ustadzah Madin harus melek teknologi untuk melakukan pembelajaran.
“Kalangan Madin harus beradaptasi dengan teknologi untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya agar terus bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, ketua DPC FKDT Kabupaten Bondowoso, Bahrul, menambahkan, latar belakang para guru Madrasah Diniyah berbeda-beda tapi semuanya mempunyai misi yang sama yaitu untuk mencerdaskan anak bangsa dan mewujudkan generasi yang berakhlaqul karimah.
“Guru-guru Madrasah Diniyah telah mewakafkan waktu dan pikirannya untuk mendidik para santri disela-sela kesibukan pribadi dan tugas lainnya,” ungkapnya.
Backround guru Madrasah Diniyah yang berbeda-beda tapi semuanya mempunyai misi yang sama untuk mencerdaskan anak bangsa dan mewujudkan generasi yang berakhlaqul karimahh. Sebab, guru Diniyah telah mewakafkan waktu dan pikirannya untuk mendidik para santri disela-sela kesibukan pribadi dan tugas lainnya.
“Sungguh eksistensi Madrasah Diniyah sangat menunjang tercapainya Bondowoso. Legalitas juga harus menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah,” pungkasnya. (tif)







