Gedung Serbaguna RW 6 Kembali Digunakan

oleh
Balai RW yang kembali bisa dipergunakan

SURABAYA, PETISI.CO – Kegembiraan terlintas di benak seluruh warga atas terbukanya gedung serbaguna balai RW 6 dan balai RT 5 Mulyorejo Baru, yang tiga minggu diduga ditutup oleh salah satu warga setempat.

Setelah terbukanya gedung balai serbaguna tersebut, seluruh warga RW 6, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal Surabaya, spontan menggelar acara istiqhotsah dan tasyakuran. Acara tersebut diikuti kurang lebih 150 orang warga dari RT 1 – 5 RW 6, acara istiqhhotsah dilaksanakan di gedung serbaguna Balai RW 6 Mulyorejo Baru, Kamis (5/4/2018) malam.

Menurut warga, dengan terbukanya balai RW tersebut, maka segala aktivitas dan seluruh kegiatan akan berjalan normal dan kembali seperti sediakala.

“Sebelumnya balai RW 6 dan balai RT 5 ini sempat tergembok selama kurang lebih tiga minggu. Hingga terjadi demo pada tanggal 29/3, yang dipicu oleh terhambatnya aktivitas, bahkan sempat berhenti. Sampai beberapa kegiatan akhirnya bisa dialihkan ke tempat lain, hanya pelayanan untuk warga saja yang berhenti,” ujar Rohmadi.

Mau bagaimana, lanjut Rohmadi, semua peralatan, diantaranya, buku, stempel RW dan yang lainnya berada di dalam gedung balai, jadi untuk pelayanan administrasi, khususnya surat menyurat berhenti.

“Bahkan ada warga yang sempat menanyakan untuk mengurus surat pernikahan, pada saat itu merasa bingung,” ungkapnya.

Selain itu, selama ini gedung balai tersebut juga difungsikan untuk warga Lansia dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mereka juga merasakan imbasnya, yang mana semua alat tulis dan perlengkapan mengajar lainnya juga berada di dalam gedung, hingga tempat untuk mengajar dialihkan di salah satu musholla terdekat.

Sementara para Lansia dan Bunda Paud, mengaku sangat senang atas terbukanya gedung balai tersebut, mengingat saat ini kegiatan belajar bagi anak – anak Paud sangat padat.

“Bulan – bulan ini kegiatan belajar anak – anak Paud sangat padat, sesuai dengan kurikulumnya. Sedangkan peralatan tulis dan baca semua berada didalamnya,” ujarnya.

Masih bunda Paud, dengan terbukanya gedung ini kami merasa lega, yang mana kemaren kami hanya bisa mengajari anak – anak pelajaran agama saja. Karena kami tempatkan mereka di Musholla, dan tidak ada peralatan untuk mengajarkan pelajaran yang lain.

“Kami berharap agar gedung ini tetap dibuka, mengenai permasalahan yang belum selesai. Silahkan tetap berjalan hingga ada keputusan yang sah. Namun kami mohon agar kegiatan Paud ini tetap berjalan,” ujar Istiqhomah.

Pantauan di lokasi acara tasyakuran dan istiqhotsah berjalan lancar, seluruh warga sangat antusias dan khusuk dalam mengikuti pengajian tersebut. Dan rencananya akan diadakannya kembali acara pengajian yang lebih besar, jika semua permasalahan sudah selesai. (bah)