Geger! Buaya Besar Kembali Muncul di Sungai Gebang Sidoarjo

oleh
oleh
Warga kembali digegerkan munculnya seekor buaya di Sungai Gebang.

Sidoarjo, petisi.co – Para pekerja di kawasan pergudangan SafeNLock, Keluruhan Rangkah Kidul Kecamatan Sidoarjo Kota kembali digegerkan dengan munculnya seekor buaya berukuran besar di Sungai Gebang.

Menurut seorang pekerja, Sumitro, kemunculan buaya di sungai setempat ini merupakan yang kedua kalinya.

“Buaya ini muncul sekitar jam 3 sore (15.00 WIB). Penampakan buaya besar ini merupakan yang kedua kalinya saya lihat. Sebelumnya buaya muncul hari Minggu (1 September) lalu,” terang Sumitro, Rabu (11/9/2024).

Ia menyebut, buaya yang muncul kali ini berbeda dengan sebelumnya. Hal ini dikuatkan dengan ukuran panjang buaya.

“Yang ini lebih kecil sekitar 2,5 meter, sedangkan yang muncul pada Minggu lalu ukuran panjang mencapai 3 meter. Perkiraan ini menguatkan saya bahwa ada 2 buaya atau lebih di sekitar sini,” beber Sumitro.

Munculnya buaya ini, lanjutnya membuat para pekerja dan pemancing resah. Lantaran kuatir menjadi sasaran gigitan buaya.

“Sebelumnya di sepanjang sungai ini banyak orang mancing. Namun sejak tersiar adanya buaya di Sungai Gebang, sekarang sudah tidak ada yang berani mancing. Khawatir jadi sasaran buaya,” akunya.

Menunjuk lokasi munculnya buaya di Sungai Gebang.

Sementara itu petugas dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim yang datang ke lokasi langsung meninjau Sungai Gebang yang dilaporkan ditemukannya buaya.

Dari hasil observasi dan pendalaman keterangan pekerja diketahui buaya besar yang muncul di Sungai Gebang merupakan jenis Buaya Muara.

“Merujuk pada hasil foto dan video yang telah direkam dan ditunjukan ke kami, itu jenis Buaya Muara,” ujar Rakhmat Hidayat, petugas Polhut BBKSDA Jatim.

Rakhmat menjelaskan, Buaya Muara (crocodylus porosus) merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2018 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Ini termasuk jenis satwa yang dilindungi,” tuturnya.

Rakhmat menduga, kemunculan buaya di sekitar anak cabang sungai dikarenakan memburu makanan atau  mencari area salinitas rendah.

“Ada 2 kemungkinan buaya berpindah dari muara atau hulu menuju cabang sungai. Sebab data jelajah buaya bisa mencapai 100 km, makanya bisa sampai di sini. Kemungkinan pertama disini banyak ikan besar dan itu merupakan makanan buaya. Kemungkinan kedua, area sungai ini merupakan air payau jadi salinitasnya rendah dan ini baik untuk buaya remaja atau buaya anakan,” jelas Rakhmat.

Ia menambahkan, di wilayah Sidoarjo ada 5 titik pantauan buaya berdasarkan laporan masyarakat.

“Laporan yang masuk ke kami, sungai-sungai yang ditengarai ada buaya yakni di Gebang, Praloyo, Gisikcemadi, Kedung Peluk dan sungai Porong,” tuturnya.

Kedepan, agar tidak membahayakan, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam melakukan upaya tahapan evakuasi buaya tersebut.

“Kami akan terus memonitor keberadaan buaya ini. Dalam waktu dekat kami coba untuk mengevakuasi, tentunya dengan melibatkan semua pihak, baik dari provinsi maupun pemerintah daerah. Langkah-langkah evakuasi juga tengah kami kaji, apakah menggunakan jaring atau dengan perangkap,” pungkasnya.(luk)

No More Posts Available.

No more pages to load.