Surabaya, petisi.co – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai mengatakan inovasi Gelar Mutu Prestasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Gempita) penting dilakukan untuk memberi ruang, menyalurkan bakat sekaligus menyegarkan semangat guru dan tenaga pendidik.
Hal itu dikatakan Aries usai Anugerah Gempita di Surabaya, Kamis (11/12/2025) malam. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Gempita Award 2025 diikuti kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SMA, SMK, hingga SLB se-Jatim.
Menurutnya, mengapresiasi guru dan tenaga pendidik bukanlah hal mudah. Mereka bekerja dari pagi hingga sore, penuh tanggung jawab. Karena itu, ajang seperti ini penting untuk memberi ruang, menyalurkan bakat sekaligus menyegarkan semangat mereka.
“Prestasi guru dan tenaga kependidikan dapat menjadi inspirasi bagi siswa, sekaligus bukti bahwa pendidik memiliki kemampuan lebih yang juga diakui pemerintah,” ujar mantan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim ini.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Pendidikan, memang berkomitmen tak berhenti melakukan inovasi dan kreativitas yang menyasar para guru maupun insan pendidikan untuk membuktikan kualitasnya di berbagai bidang.
Komitmen inovasi dilakukan melalui Gempita yang puncak penganugerahan digelar di Surabaya, Kamis malam. Beberapa bidang diperlombakan yakni seni, olahraga, kepemimpinan, serta sains dan teknologi.
Wagub Emil Dardak menyampaikan total hingga 40 ribu insan pendidikan mengikutinya, sekaligus menunjukkan antusiasme sangat tinggi. Harapannya, antusiasme para tenaga pendidik ini mampu memacu para murid-murid untuk mengikuti jejak para gurunya.
Kompetisi Gempita Awards ini, juga merupakan salah satu cara untuk mendongkrak kualitas dan mutu tenaga pendidik yang ada di dunia pendidikan di provinsi setempat.
“Ini salah satu dari sekian banyak strategi kita. Tentu kesejahteraan, pengembangan kompetensi, kemudian juga penilaian kinerja dan inovasi. Ini semua kita lakukan semua secara serentak di Jatim,” tutur mantan Bupati Trenggalek itu. (bm)








