Malang, petisi.co – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyarankan masyarakat Jatim khususnya warga Malang Raya memanfaatkan kualitas pelayanan yang diberikan Grand Paviliun RSUD Saiful Anwar (RSSA), Malang, sehingga tidak perlu berobat ke luar negeri.
“Sudahlah, tidak usah ke luar negeri. Tidak usah ke Singapura. Tidak perlu ke Malaysia. Silakan berobat ke sini saja,” ucapnya pada peresmian Grand Paviliun RSSA, Malang, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, Pemprov Jatim bersama semua stakeholder terkait kompak berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dan lebih baik untuk masyarakat Jatim. Meski untuk mendapatkannya bukanlah pekerjaan yang mudah.
Peningkatan layanan kesehatan, lanjut dia, tidak hanya soal fasilitas fisik. Tetapi juga aspek keramahan tenaga medis. Ia mengajak seluruh keluarga besar rumah sakit untuk membudayakan senyum dalam menyapa pasien sebagai bagian dari proses penyembuhan.
“Keep smile. Senyum itu sedekah. Rasanya sebagian dari sakit itu akan terobati jika mulai perawat, dokter, hingga tim medis memberikan sapaan dengan senyum,” ujar mantan Menteri Sosial itu.
Khofifah pun mengapresiasi hadirnya layanan VIP di Grand Paviliun RSSA di rumah sakit rujukan di Jatim. Karena sejak lama, dirinya menginginkan agar semua fasilitas rumah sakit di Jatim supaya memiliki fasilitas kesehatan yang mengedepankan layanan terbaik.
“Ayolah bersama-sama kita memberikan layanan terbaik yang bisa kita jangkau. Kalau sekarang kita ke Rumah Sakit Menur, rasanya sudah seperti hotel. Saya pun usul sebetulnya kepada Pak Menkes, ‘Nggak pakai jiwa’, karena itu Rumah Sakit Jiwa Menur,’’ ungkapnya.
Ditambahkan, ada proses kita semua terus berbenah dan kita terus berikhtiar melakukan perbaikan. Karena itu Khofifah kalau ke rumah sakit-rumah sakit agak cerewet. Misalnya, saat mengunjungi kamar sebuah rumah sakit pasti ditanyakan siapa desainernya.
“Saya bukan arsitektur. Saya bukan interior designer. Tapi ini menurut saya kurang tepat. Karena apa? View yang bagus itu sesuatu yang dibutuhkan bagi pasien. Pasien bisa tipis-tipis healing kalau view-nya bagus. Ini tembok semua,” tuturnya.
Direktur RSSA Malang, Dr. dr. M Bachtiar Budianto menambahkan pembangunan Gedung Grand Pavillium RSSA, Malang, bukan untuk menciptakan kesenjangan. Sebaliknya, Grand Paviliun didedikasikan untuk memberi pelayanan VIP (Very Importan Personal) sebagai bagian dari mekanisme proses subsidi silang.
“Kebanggan kami bukan saat mampu mendapatkan pendapatan yang besar. Kebanggaan kami bukan saat mendapat keuntungan besar. Tetapi, kebanggan kami, adalah ketika pasien bisa pulang dengan tersenyum lebar,” tandasnya.
Menurutnya, pendapatan dari layanan Grand Paviliun akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pasien. Termasuk pasien umum dan peserta BPJS. Sebab, rumah sakit harus tetap berkomitmen menjunjung tinggi prinsip keadilan, kesetaraan, dan pelayanan tanpa diskriminasi.
Pengembangan layanan VIP dari Grand Paviliun, diarahkan untuk menghadirkan standar pelayanan berkelas internasional di Jatim. “Ke depan, Grand Paviliun akan terus dikembangkan sebagai pusat layanan unggulan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
RSSA merencanakan pengembangan layanan estetika medis, layanan infertilitas untuk membantu pasangan memperoleh buah hati, pengembangan terapi stem cell, serta layanan Medical Check-Up (MCU) premium sebagai bagian dari transformasi pelayanan yang komprehensif dan berkelas.
Sepanjang tahun 2025, kunjungan di klinik Grand Paviliun mencapai 13.906 kunjungan dengan tren yang terus meningkat, serta 2.356 pasien rawat inap telah dilayani. (bm)







