Gus Ipul Ajak Santri Melek Teknologi

oleh
Wagub Jatim menghadiri Maulid Nabi dan Haul KH. Hamid di Ponpes Salfiyah

PASURUAN, PETISI.CO – Santri harus melek teknologi sehingga  tidak ketinggalan dengan kemajuan jaman. Apabila santri paham tentang teknologi akan memberi warna terhadap proses pembangunanDemikian disampaikan Wagub Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul ke 35 KH. Abdul Hamid bin Abdullah Umar, Haul ke 26 Ibu Nyai NY. Nafisah Ahmad Qusyairy di Ponpes Salafiyah, Kota Pasuruan, Sabtu(10/12).

 

Menurut Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim, kemajuan zaman harus ditindaklanjuti dengan baik, khususnya oleh santri. Khususnya mengenai IT, berbagai informasi bisa diperoleh melalui teknologi. “Informasi yang bagus banyak, dan yang negatif pun juga banyak. Oleh sebab itu, santri harus melek teknologi agar bisa menunjukkan kepada masyarakat bagaimana menggunakan teknologi yang baik,” ujarnya.

 

Setiap Pondok Pesantren(ponpes) harus disediakan komputer yang ada akses internetnya. Melalui internet, santri bisa mengembangkan berbagai informasi dan ilmu. “Akan lebih bagus apabila santri hafal Al Quran dan juga paham teknologi dan matematika. Hal itu bisa diperoleh apabila santri mau menggunakan teknologi untuk mencari ilmu,”jelasnya.

 

Selain itu, fungsi teknologi yang lain adalah bisa menghadapi masalah dengan teliti dan cermat.”Santri akan lebih bijak menghadapi berbagai masalah yang ada di bangsa ini dari perspektif ponpes, santri dan kyai. Banyak masalah yang melibatkan teknologi yang bisa diselesaikan oleh kalangan santri nantinya,” ungkapnya.

 

Gus Ipul menambahkan, santri harus juga mencermati mengenai permasalahan yang dihadapi negara saat ini diantaranya bahay narkoba, LGBT, pornografi dan penyalahgunaan teknologi. “Santri harus ikut berperan didalamnya,”tambahnya.

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul ke 35 KH. Abdul Hamid bin Abdullah Umar, Haul ke 26 Ibu Nyai NY. Nafisah Ahmad Qusyairy dihadiri sekitar 10ribu jemaah hang berasal dari seluruh pelosok tanah air. Yang tidak kalah membanggakan juga dihadiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Muh. Natsir. (mas)