Gus Ipul Dukung Semen Indonesia Tingkatkan Kualitas dan Produksi

oleh
Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf Hadiri Forum Diskusi Jurnalist Surabaya tentang Kepedulian terhadap BUMN Semen dari Serbuan Asing

SURABAYA, PETISI.CO – Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf mendukung PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk meningkatkan kualitas dan produksinya. Pasalnya, SI telah terbukti mampu menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Kedepan, kebutuhan semen akan semakin meningkat seiring dengan pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang dikebut oleh pemeirntah.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Jurnalis Surabaya dengan tema “Kepedulian Terhadap BUMN Semen dari Sebuan Asing” di Restonine Jl. Mayjen Sungkono Surabaya, Jumat (13/1/2017).
Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, Semen Indonesia adalah salah satu kontibutor terbesar semen di Indonesia. Dimana pada 2016 produksinya mencapai 30 juta ton atau 42% dari kebutuhan nasional yang mencapai sebesar 72,2 juta ton. Sedangkan total produksi semen di Jatim mencapai 14 juta ton atau sebesar 19,38% terhadap produksi semen nasional.
“Karena itu, produksi Semen Indonesia harus ditingkatkan lagi, apalagi kedepan pemerintah akan semakin gencar membangun infrastruktur diseluruh pelosok negeri guna memeratakan kesejahteraan. Intinya, kebutuhan semen kedepan akan semakin meningkat. Inilah peluang yang harus ditangkap oleh Semen Indonesia selaku BUMN. Jangan sampai peluang ini diambil asing” katanya.
Senada dengan Gus Ipul, Direktur MM Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unair, Dr. Gancar Candra Premananto, SE, M.Si yang juga menjadi narasumber mengatakan, pasar semen dalam negeri harus dikuasai oleh perusahaan lokal, bukan asing. Karena itu, tidak ada pilihan lain selain meningkatkan produksi, kualitas, dan memperluas pasar.
Namun menurut Gancar, salah satu kendala yang harus dihadapi oleh perusahaan lokal adalah persepsi masyarakat Indonesia sendiri yang seakan kurang percaya terhadap produk lokal. “Masyarakat kita terbiasa dan lebih suka membeli produk asing, karena image nya produk asing pasti bagus dan karena itu wajar jika mahal. Padahal, produk kita sendiri juga tak kalah bagus dan harganya lebih terjangkau. Karena itu, packaging kita harus dibenahi. Dan peran jurnalis adalah membantu promosi dan membranding produk-produk dalam negeri,” katanya.
Sementara itu, Arif Afandi, Ketua Umum Badan Kerja Sama BUMD seluruh Indonesia mengatakan, sebagai BUMN, Semen Indonesia harus dibela. Ia mencontohkan, kasus pembangunan Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah dimana ada oknum yang mengatasnamakan warga setempat menolak pembangunan pabrik tersebut. Padahal, sebelumnya sudah ada perusahaan swasta yang melakukan penambangan di lokasi yang sama.
“Semen Indonesia selaku perusahaan BUMN harus dibela. Mengapa? Karena jika BUMN yang memenangkan pasar, maka hasilnya akan kembali kepada APBN. Dan tentu kita tahu jika APBN digunakan untuk menyejahterakan rakyat. Dan yang tak kalah penting adalah jangan sampai perusahaan asing menjadi pemenang karena ada campur tangan politik. Komoditas semen adalah komoditas yang fundamental” katanya.
Pemateri pada kesempatan itu adalah Arif Afandi, Ketua Umum Badan Kerja Sama BUMD seluruh Indonesia, Dr. Gancar Candra Premananto, SE, M.Si Direktur MM Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unair. Sedangkan moderator adalah Lutfi, Wakil Ketua PWI Jatim. Acara itu diikuti oleh 70 jurnalis dari berbagai media di Jatim. (bon)