Gus Ipul : Santri Harus Manfaatkan Kemajuan Teknologi Secara Positif

oleh
Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul menjadi narasumber pada acara Seminar Nasional dengan tema Tanggung Jawab Sosial, Ekonomi dan Politik Santri yang diadakan di gedung Perwakilan BI Jember

JEMBER, PETISI.CO – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menyatakan, bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif oleh santri.

“Mari santri untuk menyadari cepatnya kemajuan teknologi. Caranya dengan memanfaatkan dan mempergunakan teknologi secara baik untuk peningkatan ilmu di pondok pesantren dan masyarakat. Kemajuan teknologi akan membentuk perubahan prilaku yang luar biasa bagi penggunanya,” ujarnya saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Jember, Minggu (19/2/2017).

Ia mengatakan, pengguna internet di Indonesia berada pada urutan kelima di dunia. Maka dari itu, kemajuan teknologi harus dapat dimaksimalkan untuk memberikan kemajuan bagi ponpes. Penggunaan teknologi yang salah akan menimbulkan konflik berkepanjangan antar ummat.

Kemajuan zaman harus ditindaklanjuti oleh santri terutama pada bidang tertentu seperti IT. Jika santri memahami kemajuan teknologi akan memberi warna terhadap proses pembangunan.Oleh sebab itu, santri harus melek teknologi agar informasi dan ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam seminar nasional tersebut, Gus Ipul menyatakan, bahwa seorang santri yang belajar ilmu pengetahuan agama yang disebut ‘mondok’ sekitar 50 persen ditentukan oleh faktor dari pengasuh atau kiainya.

“Bedasarkan survey tersebut terungkap alasan bahwa seorang santri mondok ditentukan karena pengasuhnya atau kiai yang sangat kharismatik dan disegani,” ungkapnya.

Alasan lainnya, sebanyak 30 persen seorang santri mondok di ponpes dikarenakan lulusan pondok atau disebut alumni. Kesuksesan alumni sebuah ponpes dapat menjadi tolak ukur seorang santri untuk menimba ilmu disebuah ponpes.

Dihadapan santri dan alumni IAA, Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini santri harus mampu membantu pemerintah dalam menghadapi permasalahan bangsa yang besar. Salah satu permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini adalah kesenjangan sosial dan peningkatan daya saing terhadap sumber daya manusia.

Untuk meningkatan daya saing santri harus meningkatkan diri ditambah dengan keterampilan agar mampu berdaya saing.

“Pemprov Jatim berkomitmen untuk meningkatkan daya saing masyarakat hingga santri yang ada di Jatim. Caranya dengan memaksimalkan peran SMK Mini yang terstandarisasi dan didalamnya terdiri dari banyak keterampilan unggulan di dalamnya,” imbuhnya.

Bupati Jember dr. Faidah menuturkan, bahwa ke depan peran pondok tidak lagi menjadi pusat di imbanya ilmu dan agama semata. Akan tetapi, pondok saat ini harus menjadi pusat kebangkitan ilmu, kebangkitan sosial dan pusat kebangkitan ekonomi.

Pemkab Jember bersama ponpes yang ada akan mengembangkan warung rakyat berjaringan guna menyejahterakan masyarakat. “Ponpes jember ke depan harus menjadi pelopor dalam membentuk koperasi pesantren berjaringan. Pemkab Jember akan mensuport dan mendukung penuh program program yang akan membangkitkan ekonomi dan pembangunan di ponpes.

Turut menjadi pembicara Khatib Amm PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Rektor UINSA Prof. KH. Abd. A’la , KH. Miftah Faqih, , Drs. KH. Muqid Arief, Achmad Bunyamin.

 

Santri Harus Melek Teknologi

Seusai menghadiri Seminar Nasional, Gus Ipul melakukan kunjungan kerja di Ponpes Nurul Islam Antirogo, Jember.

Gus Ipul menyatakan, bahwa santri hari ini harus melek teknologi. Teknologi akan mempercepat hubungan antar santri dengan ilmu pengetahuan. “Jadi semua terkoneksi dengan cepat. Dunia maya, medsos semakin hari berkembang dan dihubungkan dengan berbagai macam aplikasi dan program. Kita semua harus melek teknologi agar kita bertarung menjadi manusia unggul sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.

Pesantren ini juga telah mengembangkan sains atau teknologi dan pengetahuan. Santri harus melek teknologi dan dimanfaatkan untuk kepentingan yang produktif dan konstruktif.  “Ibarat sebuah pisau, jika ditangan penjahat maka akan berbahaya, berbeda jika pisau ditangan juru masak akan menghasilkan karya yang lezat. Sama halnya, jika internet dipegang santri akan jadi manfaat. Saya punya program, pelatihan internet sehat dan jurnalis medsos. Mudah dipahami dan dibaca sekaligus menyampaikan pesan yang konkrit dengan cara menulis yang baik,” tegasnya.

Pengasuh Ponpes Nurul Islam (Nuris) KH. Muhyidin Abd. Somad menginginkan agar Gus Ipul memberi motivasi dan semangat kepada santri-santri cara menjadi santri-santri yang sukses. “Kita ingin anak-anak kami menjadi orang orang yang dahsyat dan menjadi orang yang berguna,” ujranya.

Dihadapan Gus Ipul, KH Muhyidin juga meminta agar melounching mobil listrik moris dan gokart yang merupakan hasil karya santri dari SMK Nuris Jember. “Belajar agama, tidak menghalangi santri kami untuk berinovasi. Semoga inovasi ini akan menginspirasi untuk menciptakan teknologi lainnya di Ponpes

Pelatihan jurnalis untuk membuat tulisan viral tentang, NU, ponpes. Kerjasama dengan telkom. Bagaimana menggunakan internet sehat dan diisi dengan konten. Memanfaatkan lingkungan pesantren dengan baik. (yud)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.