Haflah Akhirus Sannah Pondok Pesantren Al Barokhah Pengajian Akbar

oleh
KH M Chozien Adenan Pengasuh PP Al Barokah .

DHARMASRAYA, PETISI.CO – Irama rebana terdengar berdetak, kompak mengiringi lantunan Sholawat yang didendangkan para santri dan ustad dengan melafatkan bahasa timur tengah dengan fasih.

Semua ini untuk menyambut kedatangan para tamu dari Bupati Dharmasraya, Kemenag Kabupaten Dharmasraya, Polres Dharmasraya, wali santri, tokoh masyarakat,  ulama, ninik mamak, cerdik pandai, bundo kandung, tokoh pemuda, pengurus NU dan Muhamadiyah dari Sumbar Riau Jambi, yang menghadiri pengajian umum Haflah Akhirus Sannah VII Ponpes Al Barokhah.

Dalam kegiatan ini menghadirkan Prof. DR. KH. Aqil Siradj. MA, Ketua PB NU. Dalam sambutannya, ustad Muhamad Arif mewakili panitia menyampaikan, ahlan wa sahlan wa amri minkum selamat datang para undangan yang telah hadir pada acara pengajian umum ini, semoga kehadiran saudara dalam acara ini dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah dan mendapat balasan yang setimpal dari pencipta, yakni Allah SWT.

Sementara, ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Dharmasraya, Haflah akhirus sannah di pesantren Al Barokhah ini merupakan momentum yang tepat untuk ajang silaturrahmi menjelang datangnya bulan Ramadan. Karena pada pengajian umum ini yang datang dari semua kalangan, sebagai arena ta aruf untuk saling silaturrahmi untuk mendapat rahmat Allah, dalam mewujudkan Islam Rahmatan lilalamin.

Jamaah yang sedang mengikuti pengajian

Perwakilan Kementrian Agama Kabupaten Dharmasraya yang hadir dalam acara ini menyampaikan, acara yang digelar di Pondok Pesantren Al Barokhah ini selalu ramai dikunjungi jamaah dari berbagai wilayah Sumbar, Riau, Jambi.

“Untuk itu, saya atas nama perwakilan Kemenag mengapresiasi atas terselengaranya acara ini, ramainya acara ini mencerminkan kharisma pengasuhnya, yakni KH. Moch. Chozien Adenan dicintai dan jadi panutan umat muslim di Sumatera,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerihtah Kabupaten Dharmasraya, Pondok Pesantren Al Barokhah yang diasuh oleh KH. Moch. Chozien Adenan, merupakan aset mitra pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang patut dibanggakan.

Karena dalam pembangunan itu bukan semata-mata membangun badan dalam arti fisik dan jiwa dalam arti rohani relegius yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. “Tetapi dengan hadirnya ponpes di kabupaten kita ini sudah pengasuh ponpes ini sudah mengambil peranannya, tanpa diminta dan meminta imbalan dalam membangun jiwa relegius agama Islam yang sesuai dengan falsafah Minangkabau, yakni Adat Bersandi Sarak Sarak bersandi kitabuloh di Kabupaten Dharmasraya yang kita cintai ini,” tambahnya.

Sementara, Gus Moch Khozien Adenan, Kiai Kharismatik Pengasuh Pondok Pesantren Al Bharokhah Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat menyampaikan, “Sekarang saya mendapat giliran berbicara untuk menyampaikan amanahnya almukharom Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj. MA,” ujarnya.

Menurutnya, “pada prinsipnya,  beliau berkenan hadir ditengah-tengah kita pada saat ini, manusia cuma bisa merencanakan, tetapi Allah juga yang menentukan taqdir, rancangan kehadiran beliau dalam acara ini sebenarnya bukan atas inisiatif saya sebagai pengasuh pondok pesantren, tetapi beliau sendiri yang ingin hadir pada pengajian Haflah Akhirus Sannah ke VII ini, tapi malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih, semua ini sudah kehendak Allah. Beliau ketika mau berangkat, karena suatu hal ketinggalan penerbangan yang dari Jakarta menuju Bangko cuma ada 1 kali, jadi kita harus dapat mengambil hikmah dengan kejadian ini, bahwa Allah menunjukkan rasa rohmah dan rohimnya dengan telah menguji tingkat kesabaran saya.”

Dan biasanya, kalau lulus dalam ujian seperti ini, bisanya orang di madrasah akan naik kelas, menjadi lebih baik. “Insyaallah,” ujar Gus Moch Khozien Adenan mengakhiri pidatonya.(gus)