PETISI.CO
Persidangan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya.
HUKUM

Hakim Nyatakan SP3 Kasus Penipuan Rp 300 Juta Tidak Sah

SURABAYA, PETISI.CO – Gugatan praperadilan yang dimohonkan Veronica Wijaya NG terkait penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Mochamad Arofiq, Direktur PT Multi Guna Jasa, dikabulkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Pada sidang yang berlangsung, Kamis (9/7/2020) hakim tunggal Mohammad Basril, menilai penerbitan SP3 dari Polrestabes Surabaya untuk tersangka Mochamad Arofiq tidak sah, tidak sesuai dengan prosedur hukum.

Hakim menyatakan, penghentian penyidikan yang ditetapkan oleh termohon atas sebagaimana termuat dalam Surat Ketetapan Kapolrestabes Surabaya Nomor: S-Tap/41/XI/Res.1.11/2018/Satreskrim tanggal 30 November 2018, tentang Penghentian Penyidikan dan Surat Perintah Penghentian Penyidikan Nomor SPPP/39/XI/Res.1.11/
201/Satreskrim tanggal 30 November 2018, adalah tidak sah.

Mohammad Basril sepakat dengan petitum kedua dari pemohon yaitu, memerintahkan termohon untuk melanjutkan penyidikan atas laporan polisi Nomor LPB/1105/IX/2017/UM/SPKT tanggal 7 September 2017, dan segera melimpahkan
berkas ke Penuntut Umum.

“Menghukum termohon untuk membayar biaya perkara yang timbul,” kata hakim.

Putusan praperadilan ini tentu membuat lega pihak pemohon. Sebab hakim tunggal PN Surabaya pada hari Senin 19 Februari 2019, menolak permohonan praperadilan Veronica Wijaya NG.

Waktu itu hakim
menilai gugatan praperadilan Veronica Wijaya NG, tidak dapat diterima. Karena pemohon tidak mempunyai legal standing sebagai direktur PT Asli Indo Raya, baik dari akte pendirian perusahaan.

Dikonfirmasi wartawan setelah sidang, kuasa hukum pemohon Kevin Yzaga, mengakui memang pada waktu itu alat bukti yang dihadirkan pihaknya tidak cukup.

“Memang ada beberapa alat bukti yang aslinya kebetulan belum dapat kita periksa di persidangan waktu itu. Tapi sekarang sudah lengkap. Makanya kita ajukan praperadilan lagi,” kata Kevin.

Diketahui, Mochamad Arofiq adalah tersangka dugaan penipuan menggunakan 6 cek kosong @50 juta, total sebesar Rp 300 juta atas perjanjian sewa alat mesin pemecah batu (crusher plant) di Kota Rembang Jawa Tengah, milik Veronica Wijaya. (pri)

terkait

Pengedar Sabu Kuansing Dibekuk

redaksi

Jaksa Jebloskan 9 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bergulir KUMKM di Ponorogo

redaksi

Rekrontruksi Pembunuhan Sadis Juragan Rosokan Kejagan Mojokerto

redaksi