Hari Pangan Sedunia, Pj Gubernur Adhy Ajak Bangun Sistem Pangan Jatim yang Tangguh

oleh -212 Dilihat
oleh
Pj Gubernur Adhy menyerahkan penghargaan kepada Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno

Surabaya, petisi.co – Pj Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono menghadiri Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-44 Provinsi Jawa Timur tahun 2024 di Jatim Internasional Expo Convention Exhibition, Surabaya, Rabu (16/10/2024).

Peringatan Hari Pangan yang bertajuk hak atas pangan untuk kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik ini dibuka oleh Plt Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional didampingi Pj Gubernur Jatim, Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.

Di kesempatan ini Adhy mengajak seluruh pihak untuk menjaga Jatim tetap menjadi lumbung pangan nasional. Hal itu didukung dari ketersediaan pangan Jatim yang surplus dengan produksi padi, jagung, daging sapi, telur dan susu selama 2020-2023 menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Kita sudah melakukan segalanya, semua barang-barang yang sifatnya dari pertanian perkebunan dan juga hewani surplus bisa menopang provinsi lain di nasional sehingga sampai saat ini kukuh sebagai lumbung pangan nasional itu yang harus dijaga,” ujarnya.

Pihaknya menyerukan agar semua pihak memanfaatkan momentum ini untuk bersama-sama membangun sistem pangan berkeadilan, tangguh dan berkelanjutan. Hal ini bagian dari upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan yang mengancam dunia.

Karena itu semua pihak harus aware dengan masalah pangan. “Mari kita jadikan hari pangan sedunia ini sebagai momentum untuk terus bergerak maju, membangun sistem pangan yang berkeadilan, tangguh, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Tema ini, lanjut Adhy, menyerukan hak atas pola makan yang beragam dan kaya nutrisi yang terjangkau, mudah diakses, dan aman untuk semua orang. Hal ini sejalan dengan misi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) untuk mengakhiri kelaparan dunia dan meningkatkan standar hidup masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.

Jatim juga menjadi eksportir tertinggi nasional untuk komoditas perikanan meliputi tuna, cakalang, tongkol dan udang. Di sektor pertanian, Jatim mampu mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar di indonesia selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2020-2023.

“Inilah salah satu sektor yang harus kita banggakan dan yang menjadikan Jatim kuat sebagai lumbung pangan yaitu sektor pangan,” ucapnya.

Adhy menuturkan capaian produksi padi di tahun 2023 sebesar 9,71 juta ton gkg atau setara dengan beras sebesar 5,6 juta ton. Tahun 2023 beras kita juga surplus sebesar 2,5 juta ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan 16 provinsi lain di Indonesia.

“Ini berkat kerja keras dan inovasi para petani, sehingga kita dapat menjaga pasokan pangan tetap stabil. Meski Jatim memiliki produksi pangan yang surplus semua pihak diharapkan tetap bijak dalam memanfaatkan pangan karena masih ada masyarakat yang kekurangan pangan dan gizi,” jelasnya.

Untuk menghadapi ancaman krisis pangan global, Adhy menyebut perlu dilakukan beberapa langkah. Antara lain meningkatkan diversifikasi pangan, melestarikan alam sebagai land of harmony, sistem pertanian berkelanjutan yang inovatif dan kreatif, pengembangan pertanian berbasis keluarga berkelanjutan.

“Kita juga harus memasifkan gerakan panganku B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman), serta menggiatkan gerakan zero waste dan meminimalkan losses serta food waste,” tuturnya.

Adhy berpesan pada PJ dan PJs Bupati Walikota se-Jatim, agar menangani masalah pangan secara terpadu. Sedangkan untuk akademisi dan ahli dari berbagai perguruan tinggi ia berpesan agar aktif melakukan riset dan pengembangan tentang peningkatan produksi dan produktifitas, seperti penemuan bibit unggul.

“Bersama-sama mari kita upayakan yang terbaik, kita bangun sinergi dan kolaborasi untuk mengatasi dan mengantisipasi permasalahan pangan,” tuturnya.

Plt Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menyampaikan Jatim sebagai sentra pangan nasional diharapkan mampu melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan upaya ketahanan pangan. Seperti, penguatan terhadap ketersediaan pangan, dapat memastikan adanya pasokan dan stabilisasi harga.

Kemudian telah melakukan industri pangan yang bersumber dari karbohidrat, memastikan seluruh pangan yang beredar itu dijamin keamanannya layak untuk dikonsumsi, dan melakukan langkah-langkah konstruktif untuk menyelesaikan stunting dan daerah-daerah rawan pangan.

“Kami melihat dengan pak gubernur tadi, Jatim luar biasa telah melakukan industri pangan yang bersumber dari karbohidrat, jadi ini sangat penting karena ke depan kenyang itu tidak harus nasi, sehingga UMKM UMKM itu harus kita gerakkan untuk melakukan industri pangan,” katanya.

Pada peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini, juga diserahkan penghargaan kepada Bupati Walikota dan Kepala Desa yang dinilai peduli terhadap ketahanan pangan, insan yang berhasil yang dinilai kreatif dan inovatif bidang teknologi pangan, pemenang lomba cipta menu.

Pj Gubernur Adhy juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Poktan Tani Jaya Srikaton Papar, Kediri berupa Combine Harvester Besar, Pande Tani Candra Binar Buana, Kediri berupa Power Thresher Multiguna Mobile, dan Kayen Jaya Bangi, Kediri berupa Corn Shelter Mobile. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.