Hari Raya Idul Adha, Yayasan MTA Akan Kurban 7 Ekor Sapi

oleh -216 Dilihat
oleh
Agus Suprayitno (tengah) saat diwawancarai wartawan

SIDOARJO, PETISI.CO – Sudah menjadi tradisi bagi umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban. Tak hanya individu, penyembelihan hewan kurban juga dilakukan pengurus masjid, musholla hingga ormas Islam.

Tak terkecuali Yayasan Majelis Tafsir Alqur’an (MTA) Sidoarjo. Setiap tahun, MTA perwakilan Sidoarjo yang berada di kawasan Tambak Rejo Waru ini, berkurban 6 hingga 7 ekor sapi. Daging sapi kurban akan dibagikan ke warga yang berhak menerima.

“Tahun ini, pihak yayasan MTA berharap tetap bisa berkurban 6-7 ekor sapi. Hewan kurban tersebut berasal dari para anggota MTA Sidoarjo,” kata Ketua 1 Yayasan MTA, Agus Suprayitno kepada wartawan di Sidoarjo, Selasa (29/5/2024).

Menurutnya, hewan sapi yang dikurbankan itu, hasil dari swadaya masyarakat. Satu ekor sapi kurban dari sumbangan tujuh orang. Dikumpulkan jadi satu. Jika tersisa beberapa penyumbang, akan dialihkan ke MTA Kembang Kuning, Surabaya.

“Selama ini MTA perwakilan Sidoarjo selalu melakukan pemotongan hewan kurban dan membagikan dagingnya disekitar pusat kegiatan mereka di Tambak Rejo Sidoarjo. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2010,” ungkapnya.

Kurban hewan tersebut, lanjutnya, merupakan kegiatan sosial MTA. Masih di lebaran Idul Adha, MTA juga mengadakan sholat Idhul Adha bergabung dengan MTA Surabaya raya di lapangan Galaksi Mall.

Kegiatan sosial lain, yakni donor darah. Donor darah ini rutin dilaksanakan oleh MTA perwakilan Sidoarjo tiap 3 bulan sekali bekerjasama dengan PMI Sidoarjo. Diikuti tidak hanya warga MTA, tapi juga masyarakat sekitar. “Rata-rata ada 50-60 kantong darah yang terkumpul,” tandasnya.

Selanjutnya, ada kegiatan sosial pembagian sembako kepada masyarakat pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. “Harapannya di tanggal 17 Agustus, itu khususnya masyarakat di sekitar majelis tidak ada yang kelaparan karena itu adalah hari merdeka,” ujarnya.

Selain penguatan sisi sosial dan kemanusian, Agus menyebut ada kegiatan dakwah dan kajian. Kegiatan ini untuk penguatan keimanan sebagai landasan gerakan sosial dan kemanusiaan. Kajian tersebut menjadi hal utama yang menginduk pada kegiatan serupa di kantor MTA pusat di Kota Solo.

“Kegiatan yang sudah dilaksanakan di MTA perwakilan Sidoarjo lainnya adalah kajian gelombang. Dilaksanakan setiap hari Sabtu mulai ashar sampai magrib. Diikuti oleh warga MTA Sidoarjo yang jumlahnya kurang lebih 50 sampai 60 peserta,” ungkapnya.

Intinya, tambah Agus, MTA Sidoarjo telah melakukan berbagai hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, silaturahmi dengan masyarakat juga terjalin dengan baik. MTA Sidoarjo menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan berdampingan serta rukun.

“Selama ini alhamdulilah kita hidup rukun, damai dan berdampingan dengan semua elemen masyarakat, khususnya disekitar tempat kita di wilayah Tambak Rejo. Kami tidak ikut kegiatan politik. Kami bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.

MTA sendiri sudah ada sejak tahun 1972 didirikan oleh almarhum Al Ustadz Abdullah Thufail Saputra yang berpusat di Surakarta. Saat ini, perwakilan dan cabang MTA mencapai 759 yang terdiri dari 166 perwakilan dan 593 cabang. Di Jatim sendiri telah terbentuk di 18 daerah. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.