Haul Akbar Akhirussanah Madrasah Diniah Tamkhil Awaliyah Pondok Pesantren Nurus Salikin

oleh
Haul Akbar Akhirussanah Madrasah Diniah Tamkhil Awaliyah

SIJUNJUNG, PETISI.CO –  Haul Akbar Akhirussanah Madrasah Diniah Tamkhil Awaliyah Pondok Pesantren Nurus Salikin Jorong Kamang Abadi Timpeh 6 Kenegarian Kamang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat, Kamis (25/5/2017) di gelar dengan mendatangkan KH. Muchtasor dari Jambi.

Dalam sambutannya, KH. M.Nur Salim, pengasuh Pondok Pesantren menyampaikan, kegiatan ini adalah masa akhir pembelajaran pondok pesantren yang diakhiri menjelang Ramadan dan di awali tahun pelajaranya setelah Idul Fitri.

“Kegiatan ini merupakan tradisi pondok pesantren dengan kegiatan mengadakan khaul doa bersama dan pengajian umum menghadirkan KH. Muchtasor, sebagai penyiram rohani,” ujarnya.

Kementrian Agama Kabupaten Sijunjung yang disampaikan Yoni Hendra MA. Kasi Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren, didampingi Kepala KUA Drs. Herianto dan Em Riadi SAg dari KUA Kamang Baru menyampaikan, lembaga pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama Islam yang mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter dan akhlak para santri.

Ibu ibu mendengarkan ceramah agama di Haul Akbar Akhirussanah Madrasah Diniah Tamkhil Awaliyah

“Kegiatan ini sudah terbukti dan teruji dari mutu lulusan peserta didiknya, mulai proses pembelajaran saja belum pernah kita dengar bahwa santri di berbagai wilayah di Indonesia terjadi tawuran masal seperti sekolah umum lainnya, termasuk di pesantren yang kita hadiri saat ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan,  pihaknya mengapresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini, karena waktunya tepat menjelang masuk bulan puasa. Jadi kegiatan ini juga bisa sebagai arena bersilaturrahmi dan saling bermaafan hakul adami dan perwujudan hablumminannas dan kebanggaan ini kita wujudkan dalam bentuk pembangunan jalan aspal tahun 2017 dengan anggaran Rp 4.5 milyar.

“Disamping aspal juga dianggarkan jalan beton sepanjang 1 kilo meter dengan anggaran Rp 450 juta dari APBD,” ujarnya.

Bupati Sijunjung diwakili Kepala Bagian Kesra M. Hasli menyampaikan, pembangunan mental spiritual keagamaan merupakan karakter pembelajaran di pondok pesantren.

Dengan ini pesantren mempunyai andil besar dalam membangun masyarakat Sijunjung yang sesuai visi dan misi Bupati, yaitu menciptakan nagari yang madani, yang bisa mewujudkan tatanan masyarakat rahmatan lil alamin dengan demikian kabupaten yang baldatun tiyibatun warobun ghofur akan cepat diwujudkan.

KH.Muhtasor sebagai penceramah agama menyampaikan, untuk selamat berpeganglah kepada Al-Quran yang telah diajarkan oleh ustad kepada santri. Di samping itu, jangan lupa mencontoh perbuatan Rosululoh dalam berprilaku dengan membaca dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, insyaallah akan selamat dunia dan akherat.”

Pantauan petisi.co disamping acara protocol, kegiatan ini juga diisi kreatifitas seni santri dan pemberian hadiah bagi santri yang berprestasi.(gus)