Hindari Pencemaran Sungai, IGG Jamin Limbah tak Keluar Pabrik

oleh
Bangunan sistim penanganan IPAL di area PT.IGG

BANYUWANGI, PETISI.CO –  PT Industri Gula Glenmore (IGG) Banyuwangi targetkan produksi gula 550.000 ton per tahun dan pastikan limbah PT IGG tidak terbuang ke luar wilayah pabrik.

Manager Evaluasi Proyek PT. IGG, Stiyo Slamet Setianto menjelaskan, keseluruhan bangunan pabrik PT. IGG sudah mencapai 80 persen pembangunan. Salah satu didalamnya yakni, soal instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dimana nanti PT. IGG memastikan limbah padat maupun cair tidak terbuang ke luar wilayah pabrik, dipastikan limbah itu bisa bermanfaat dan menghasilkan produk sampingan berupa bioetanol, pupuk organik, dan pakan ternak.

Untuk mengatasi hal itu, PT. IGG juga sudah menyiapkan beberapa tempat dan bangunan seperti instlasi penanganan limbah cair, bangunan pabrik pupuk organik dan pakan ternak untuk limbah padatnya, serta bangunan pengolahan limbah untuk menjadikan bioetanol dan daya listrik 6 megawatt (MW) yang hendak dikerjakan. Dan PT. IGG sudah menyiapkan tempatnya di belakang area produksi gula, ujar Slamet.

Sementara untuk capaian produksi gula PT. IGG menargetkan sedikitnya 550.000 ton pertahun. Pabrik gula yang berdiri di wilayah PT. Perkebunan Nasional (PTPN) XII dirancang berkapasitas giling 6.000 ton ton tebu per hari (TTH) dan dapat dikembangkan menjadi 9.000 TTH.

Area yang dicadangkan untuk penanaman tebu guna mencukupi kebutuhan bahan baku produksi gula seluas11.250 hektar.
“Dari hasil itu, PT. IGG menargetkan dapat memproduksi 550.000 ton pertahunnya guna mencukupi kebutuhan gula Nasional, dan kebetulan PT. IGG juga berdiri ditengah tanaman tebu terbesar dan terluas di Jawa Timur, sehingga diharapkan bisa untuk mencukupi produksi gula setiap harinya,” tukasnya. (fatt/to)