Inovboyo 2025, 41 Terobosan Kesehatan untuk Surabaya Sehat

oleh -116 Dilihat
oleh
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat posisinya sebagai kota yang dibangun lewat kolaborasi dan kreativitas. Komitmen ini kembali dibuktikan melalui peluncuran ajang Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025. Tahun ini, dari 342 inovasi yang masuk, sebanyak 41 inovasi datang dari sektor kesehatan. Angka itu menjadi sinyal jelas bahwa layanan kesehatan menjadi fokus penting dalam arah pembangunan kota.

Inovboyo bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang bersama untuk mendorong munculnya solusi konkret yang bisa diterapkan langsung di tengah masyarakat. Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menegaskan bahwa Inovboyo 2025 mengangkat tema besar “Inovasi dalam Rangka Peningkatan Kualitas Infrastruktur dan Mitigasi Bencana”. Namun, menurutnya, cakupan inovasi tidak hanya soal fisik dan bangunan.

“Kami ingin mendorong inovasi yang menyentuh kehidupan warga sehari-hari. Kesehatan adalah pondasi utama bagi masyarakat yang produktif. Maka dari itu, tahun ini kami memberi ruang besar bagi ide-ide di sektor tersebut,” ujar Irvan, Selasa (8/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa ajang ini terbuka untuk seluruh perangkat daerah, rumah sakit daerah, hingga kecamatan dan kelurahan. Inovasi yang diajukan sangat beragam, mulai dari pemantauan wilayah kesehatan, digitalisasi layanan, peningkatan literasi gizi, sampai intervensi untuk menekan angka stunting. Bahkan, tak sedikit inovasi yang muncul dari lini terdepan pelayanan publik, seperti posyandu dan puskesmas.

Menurut Irvan, inovasi yang diikutsertakan harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti memiliki unsur kebaruan, berdampak langsung pada masyarakat, serta dapat direplikasi di tempat lain.

“Kami tidak hanya menilai ide, tapi juga melihat bagaimana inovasi itu bisa benar-benar dijalankan dan dirasakan manfaatnya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa proses penjurian akan melibatkan tim independen dari lembaga akademik dan kementerian, termasuk dari BRIDA Jawa Timur dan BSKDN Kemendagri.

Beragam inovasi kesehatan yang diajukan mencerminkan kepekaan terhadap isu-isu krusial, mulai dari stunting, kesehatan ibu dan bayi, hingga kesehatan mental. Beberapa di antaranya bahkan menggabungkan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi digital. Dalam konteks inilah, Surabaya menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari teknologi tinggi—tetapi dari kebutuhan riil masyarakat yang dijawab secara kreatif.

Irvan mengungkapkan bahwa para pemenang dari ajang ini tidak hanya akan mendapatkan penghargaan, tetapi juga akses untuk mengimplementasikan idenya dalam program resmi Pemkot Surabaya.

“Sebanyak 24 pemenang terbaik akan mendapat dukungan penuh untuk merealisasikan inovasi mereka. Kami juga siapkan mentoring agar inovasi tersebut terus berkembang,” ungkapnya.

Melihat antusiasme peserta dan kualitas gagasan yang masuk, Irvan optimistis bahwa Inovboyo tahun ini akan menjadi tonggak penting bagi Surabaya dalam memperkuat sistem pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Ia berharap, fokus besar pada isu kesehatan ini bisa menjadi lompatan nyata dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan global.

“Inovasi adalah DNA baru Kota Surabaya. Lewat Inovboyo, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya bergerak dari atas ke bawah, tetapi juga dari bawah ke atas—dari warga, untuk warga,” pungkas Irvan. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.