Inspirasi QS. Al-Hijr Ayat 9: Keajaiban di Kebakaran Kemayoran, Tumpukan Alquran Utuh

oleh
oleh
Ulul Albab, Ketua ICMI Orwil Jawa Timur

Surabaya, petisi.coBencana adalah bagian dari takdir, tetapi dalam setiap bencana, sering kali tersimpan keajaiban yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang berusaha menggali maknanya. Kebakaran hebat yang melanda kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada dini hari 21 Januari 2025, mengingatkan kita pada suatu kenyataan yang tak bisa kita hindari, yaitu: bahwa di balik setiap kepedihan, ada kekuatan yang tak tampak. Ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar api yang melahap segala sesuatu.

Setidaknya, kejadian di Mushala Al Hasanah memberikan gambaran bagaimana Allah SWT, dengan cara-Nya yang tidak terduga, menjamin perlindungan-Nya bagi mereka yang memegang teguh nilai-nilai kebenaran dan kesucian. Tumpukan Alquran yang utuh di dalam lemari mushala, meskipun bangunan di sekitarnya terbakar, adalah sebuah bukti nyata kebenaran firman Allah SWT : “Inna nakhnu nazzalna dzikro wa inna lahu lahafidhun”.

Api yang Menghanguskan, Namun Mushala Tetap Utuh

Kebakaran yang terjadi di Kemayoran pada malam itu bukanlah kebakaran biasa. Api yang berasal dari korsleting listrik ini dengan cepat menyebar ke ratusan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan tripleks, menyisakan puing-puing dan kerugian yang luar biasa. 543 rumah terbakar, lebih dari seribu jiwa kehilangan tempat tinggal. Namun, di tengah kehancuran itu, ada satu tempat yang bertahan, yaitu Mushala Al Hasanah.

Mushala yang telah berdiri sejak 1983 ini, berkat swadaya masyarakat, tampaknya telah dipilih untuk menjadi saksi hidup akan sebuah fenomena. Bangunannya memang tidak sepenuhnya selamat, pintu, jendela, dan atap banyak yang terbakar. Tetapi, lemari yang berisi kitab suci Alquran tetap utuh, tidak tersentuh api sedikit pun. Meski api begitu dekat dengan mushala, tak ada sedikit pun kerusakan pada kitab-kitab yang disusun rapi di dalamnya.

Sudarmadji (47), pengurus mushala yang sudah bertahun-tahun mengabdikan diri di tempat itu, tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. “Ini kuasa Allah,” ujarnya.

Inna Nahnu Nazzalna Dzikro wa Inna Lahu Lahafidhun

Apa yang terjadi di Mushala Al Hasanah adalah sebuah pengingat yang sangat dalam bagi kita semua. Kita sering mendengar tentang janji Allah yang termaktub dalam Alquran, “Inna nahnu nazzalna dzikro wa inna lahu lahafidhun” (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya).

Alquran, kitab yang diturunkan dengan tujuan untuk menjadi petunjuk hidup umat manusia, ternyata tidak hanya dijaga oleh kaum beriman, tetapi juga dijaga oleh Allah sendiri. Dalam kebakaran itu, kita menyaksikan bagaimana Allah memelihara apa yang telah diturunkan-Nya. Alquran, yang disimpan dengan penuh rasa hormat dan cinta, tetap terjaga, meskipun kebakaran itu telah menghancurkan begitu banyak tempat di sekitarnya.

Jika kita melihatnya dalam perspektif lebih luas, apakah ini hanya kebetulan? Tidak. Ini adalah manifestasi dari kekuatan dan janji Allah, bahwa apapun yang berkaitan dengan-Nya, baik itu kitab-Nya yang suci, tempat yang digunakan untuk beribadah, atau mereka yang mengabdikan diri untuk menjaga agama, akan mendapat perlindungan khusus dari-Nya. Dalam setiap api yang membakar, ada juga tangan Tuhan yang menjaga apa yang harus dijaga.

Keajaiban dalam Kebakaran: Sebuah Renungan

Ketika kita melihat Alquran yang tetap terjaga, ketika kita melihat sebuah tempat ibadah yang terlindungi meski berada di pusat bencana, kita harus merenung lebih jauh. Apakah kita telah cukup menjaga apa yang telah Allah percayakan kepada kita? Apakah kita cukup menjaga kitab-Nya dalam kehidupan sehari-hari?

Jangan hanya melihat keajaiban ini sebagai peristiwa luar biasa yang hanya sekadar menguatkan iman kita sesaat. Lebih dari itu, ini adalah peringatan bagi kita tentang bagaimana seharusnya kita menjaga nilai-nilai yang telah Allah turunkan melalui Alquran.

Mushala yang terbakar sebagian, tetapi isi di dalamnya tetap terjaga, mengingatkan kita untuk selalu menjaga hati, menjaga agama, dan menjaga kitab-Nya dalam setiap langkah kita. Keajaiban ini bukan sekadar peristiwa fisik, tetapi sebuah pelajaran moral dan spiritual yang datang tepat pada waktunya.

Bencana Kebakaran Kemayoran dan keajaiban yang terjadi di Mushala Al Hasanah adalah sebuah bukti nyata bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman.

Di tengah kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah, kita disuguhkan dengan sebuah keajaiban yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, namun memiliki kedalaman makna yang begitu kuat. Alquran yang tetap utuh, mushala yang tetap terlindungi, semuanya adalah manifestasi dari perlindungan Allah yang Maha Kuasa.

Dengan peristiwa ini, semoga kita semua bisa lebih mendalam menjaga Alquran, menjaga iman kita, dan menjaga tempat-tempat yang digunakan untuk beribadah. Karena di dalamnya, ada perlindungan Allah yang tak akan pernah goyah. (*)

*penulis adalah: Ulul Albab, Ketua ICMI Jawa Timur