Jalur Ponorogo-Pacitan Tutup Total, Sepanjang 80 Meter Badan Jalan Tertimbun Longsor

oleh
Untuk menghindari tumpukan kendaraan, dilewatkan jalan Desa Tugurejo.

PONOROGO, PETISI.CO – Sejak pukul 11.45 wib Minggu (25/2 /2018), jalur Ponorogo-Pacitan tepatnya di Dukuh Krajan, Desa Tugurejo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo, ditutup.

Sehingga jalur propinsi menuju kampung halaman mantan Presiden SBY tersebut sejak hari ini tertutup total, seluruh badan jalan tertutub longsor hingga sepanjang 80 meter.

Kejadian longsor di Desa Tugurejo tersebut membuat warga sekitar kaget, pasalnya tidak ada hujan tiba-tiba longsor di siang bolong.

Seperti dikatakan Paryadi, warga Tugurejo, mengaku kalau saat kejadian tidak ada hujan sama sekali. “Pas kejadian longsor tadi mulai pagi hingga sore ini tidak hujan mas, hanya dua hari sebelumnya hujan terus menerus di wilayah Tugurejo,” katanya.

Sementata, Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Imam Bashori ketika dikonfirmasi di lokasi longsor, pihaknya menjelaskan, untuk sementara hari ini hingga dua hari ke depan evakuasi material longsor belum bisa tuntas, pasalnya banyak bebatuan besar.

“Kita sudah tutup jalan jalur Ponorogo-Pacitan ini karena seluruh badan jalan tertimbun material longsor, dan untuk proses pembersihan puing longsoran ini kami dari BPBD sudah kordinasibdengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,” tegas Imam Basori.

Masih menurut Imam, bahwa untuk proses pembersihan material longsor butuh waktu sekitar dua hari, dan bahkan bisa lebih.

“Karena material ini banyak bebatuan besar dan berat, maka untuk proses evakuasi butuh waktu, target kita dua hari kedepan paling tidak ada jalur, walau hanya satu jalur untuk buka tutup,” ujarnya.

Kepala Dinas PU-PR, Jamus Kunto dikonfirmasi saat dilokasi longsor, pihaknya mengaku sudah mulai persiapakan peralatan, hanya kendalanya hari ini pas libur.

“Untuk peralatan dari PU Ponorogo sudah kita siapkan, besuk pagi sudah ada disini, pasalnya hari ini libur, pastinya besuk sudah aktifitas dan kami juga belum bisa menjamin dua hari selesai, malah perkiraan kami dua hari lebih bisa selesai, karena banyaknya material bongkahan bebatuan dengan ukuran besar, bahkan ada batu yang perkiraan kami beratnya 6 ton, dan kalau alat kecil tidak mampu, sehingga kita akan pecahi dulu material batu  yang besar,” tegas Jamus Kunto.(mal)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.