PETISI.CO
Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Pisah Sambut Pangdam V/ Brawijaya dari Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A kepada Mayjen TNI Arif Rahman di Hotel Shangri-La, Surabaya, Kamis (16/11) malam
PERISTIWA

Jatim Berpengaruh Terhadap Perekonomian Daerah Lain

SURABAYA, PETISI.CO – Jatim merupakan salah satu provinsi yang berpengaruh dalam perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, apabila stabilitas keamanan Jatim terganggu maka perekonomian Indonesia bagian timur ikut terkena dampaknya.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Pisah Sambut Pangdam V/ Brawijaya dari Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A kepada Mayjen TNI Arif Rahman di Hotel Shangri-La, Surabaya, Kamis (16/11) malam.

Posisi tersebut diperkuat oleh penetapan Jatim sebagai sebagai Inter Regional Output (IRIO) Model oleh pemerintah. Dengan demikian, Jatim menjadi provinsi berpengaruh terhadap perekonomian daerah lain di Indonesia, khususnya Indonesia Timur.

“Jatim adalah center of gravity dan menjadi pusat logistik dan konektivitas perdagangan nasional,” katanya.

Baca Juga :  Narkoba dan Rokok Ilegal Senilai Rp 30 Miliar Dimusnahkan Kejari Sidoarjo

Sebagai pusat arus perdagangan, lanjut Pakde Karwo, membuat Jatim harus lebih waspada terhadap potensi ancaman keamanan dan penegakan hukum. Contohnya adalah penyelundupan barang illegal, barang berbahaya, atau adanya oknum-oknum yang berbuat curang. Untuk itu  sinergitas antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan.

Dijelaskan, kondisi stabilitas Jatim mempengaruhi harga barang di Indonesia timur. Oleh sebab itu, apabila tidak dikawal dengan baik berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Apabila sedikit saja terjadi konflik di Jatim, maka 120 juta Indonesia timur terkena dampaknya,” ungkapnya didampingi oleh Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si dan Wagub Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf beserta istri Dra. Fatma Saifullah Yusuf. Selain itu juga dihadiri Forkopimda Jatim dan para pengusaha-pengusaha dari Jatim.

Baca Juga :  Anggota Komisi IV DPR RI Terima Aspirasi Poktan dan Wanita Tani

Sementara itu, Mantan Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A, mengatakan selama menjabat sebagai Pangdam V Brawijaya memperoleh ilmu yang banyak dari masyarakat Jatim. Jatim memiliki masyarakat yang dinamis, namun mampu menemukan cara yang bijak.

“Masyarakat Jatim  melakukan jalan damai dalam menyelesaikan setiap masalah. Apabila di wilayah lain ada gejolak, tapi Jatim selalu aman, tentram dan nyaman karena kedinamisan masyarakatnya,” ungkapnya.

Pria yang sekarang menjabat sebagai Aster Panglima TNI itu menambahkan agar tiga pilar pembangunan selalu bahu membahu dan menjaga sinergitas. Bukan hanya menciptakan Jatim yang aman dan nyaman, tapi juga menjaga stabilitas bagi ketahanan sehingga pembangunan bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga :  204 Hasil Swab Test Dharmasraya Negatif Covid-19

Pada kesempatan yang sama  Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman menegaskan satuan TNI akan terus menjaga netralitas, khususnya menjelang Pemilukada yang akan berlangsung serentak pada tahun 2018. Selain itu, mengharapkan agar TNI dan POLRI untuk bersinergitas dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama  agar pembangunan di Jatim bisa berjalan lancar. (cah/tra)

 

terkait

Wujud Bakti Sosial, Polsek Kras Bagikan Takjil dan Masker

redaksi

Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya Tinjau Langsung Hari Terakhir Penyekatan Suramadu

redaksi

Tim Jokotole Polres Sumnep Kembali Sisir Sejumlah Cafe dan Tongkrongan

redaksi