SURABAYA, PETISI.CO – Jatim Media Summit (JMS) kembali digelar untuk tahun kedua, sebagai acara besar yang menjadi forum pertemuan bagi pelaku media di Jawa Timur beserta pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah untuk merangsang perkembangan industri media di Jawa Timur melalui kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas dan jaringan kerja di bidang media.
Event JMS dengan tema “Membangun Audiens Media dalam Era Transformasi Teknologi” resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, CEO beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, dan CEO suara.com, Suwarjono, pada Kamis, (25/7/2024), di Whiz Luxe Hotel, Surabaya.
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Adhy Karyono menekankan pentingnya acara ini sebagai wadah untuk belajar dan berkolaborasi bersama dalam meningkatkan industri media di Jawa Timur. JMS menjadi platform bagi pengelola media untuk bertemu dengan perusahaan iklan, lembaga donor, pemerintah, platform internet, dan solusi teknologi.
Dengan antusiasme peserta yang begitu besar, Pj. Gubernur berharap JMS dapat menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh para pelaku media di Jawa Timur. Melalui diskusi dan kolaborasi dengan para pakar, peserta diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan dalam pengembangan Newsroom dan bisnis media mereka.
CEO beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, menjelaskan bahwa JMS didedikasikan untuk meningkatkan kualitas media di Jawa Timur dalam ekosistem digital yang semakin berkembang.
“Acara ini bertujuan untuk memperkuat pondasi model bisnis yang beragam dengan fokus pada manajemen yang lebih baik, serta memahami pentingnya teknologi AI dalam era digital,” ujarnya.
Ditambahkan bahwa JMS tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan traffic media, tetapi juga untuk memperkuat model bisnis yang berkelanjutan. Acara ini memberikan wawasan baru dan inspirasi, termasuk pengalaman sukses transformasi dari media cetak ke media digital. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa media di Jawa Timur tetap relevan dan dapat bersaing di era digital yang terus berkembang.
“Hasil tahun lalu media di Jawa Timur traffic meningkat, namun yang diharapkan bukan hanya traffic karena media tidak bisa hidup hanya mengandalkan traffic, nah saat ini dengan JMS diharap bisa memperkuat pondasi model bisnis yang berbeda beda, “pungkas Eko Lokononto. (joe)





