Jelang Libur Nataru Disparbud Magetan Siapkan Scan Bar Code Aplikasi PeduliLindungi dan Vaksin Gratis

oleh
Tempat wisata andalan Pemkab Magetan, Telaga Sarangan

MAGETAN, PETISI.CO – Menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2022, sesuai ketentuan Imendagri no 66 tahun 2021 tentang upaya pencegahan dan penanganan covid-19, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan melakukan pemantauan prokes dan pembatasan kapasitas jumplah pengunjung yang akan masuk kekawasan wisata yang ada di Kabupaten Magetan.

Bagi wisatawan yang akan masuk ke seluruh kawasan wisata harus mengunakan aplikasi PeduliLindungi dan wajib melakukan scan bar code yang sudah di sediakan di beberapa titik lokasi dan dibuatkan bar code dalam bentuk fortable yang lebih kecil untuk memudahkan pengunjung yang ada dalam kendaraan.

“Jadi hanya wisatawan yang hasil scan PeduliLindungi berwarna hijau dan kuning, yang diperbolehkan masuk. Atau bisa menunjukan kartu vaksin setidaknya tahap pertama,” terang Kabid Pengelolaan Pariwisata, Eka Raditya, Selasa (28/12/2021).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Joko Trihono, S.Sos, MSi melalui Eka Raditya S.STP, jika wisatawan yang belum divaksin, Dinkes Magetan telah menyediakan vaksinasi gratis bagi pengunjung di Telaga Sarangan. “Kami tempatkan di dekat portal mandoran dan ada petugas Dinkes yang setiap saat siap membantu vaksinasi tersebut. Namun kuota yang disediakan terbatas,” jelas Eka.

Sesuai ketentuan Imendagri no 66 tahun 2021 tentang upaya pencegahan dan penanganan covid-19 pada natal dan tahun baru ini, kapasitas yang diperbolehkan untuk tempat wisata sebesar 75 persen dari kapasitas maksimal.

“Sedang kapasitas Telaga Sarangan menurut hitungan kami, dari semua area kapasitasnya mencapai 20 ribu orang. Artinya dalam satu waktu pengunjung yang ada di area Telaga Sarangan kapasitas maksimal sebanyak 7.500 orang dan hingga saat ini kami sudah memastikan bahwa kapasitas yang ada tidak pernah melampaui itu,” terang Eka Radiya.

Selanjutnya di saat Nataru tahun 2021 ini, tidak ada libur panjang sesuai intruksi ketentuan pemerintah pusat. Namun pengunjung di wisata Sarangan tetap ada dan banyak. Kemungkinan juga peningkatan kunjungan tentunya di hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu.di hari biasa pengunjung juga ada, namun tidak sebanyak di hari libur.

Untuk okunpansi hotel di kawasan wisata sesuai dengan kebijakan yang dilaksanakan Pemkab Magetan dan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian, pengunjung kita batasi sampai 75 persen dari kapasitas hotel.

“Kami juga telah menyampaikan melalui surat edaran kepada para pelaku usaha wisata, dan kita juga tugaskan personel untuk melakukan pemantauan terhadap okupansi hotel,” imbuhnya.

Eka Raditya juga menambahkan, untuk pendapatan PAD dari repitisi masa Nataru untuk tiket masuk wisata Sarangan secara umum 2021 tidak bisa memenuhi target karena kita telah melakukan penutupan pada masa PPKM darurat sampai level 4 dan 3 kurang lebih selama 4 bulan.

Tetapi menurut perhitungan, pada bulan Desember ini nanti mungkin dari PAD retribusi Telaga Sarangan bisa mencapai lebih dari Rp 1 Miliar meskipun tidak bisa menutup dari kekurangan target. Karena penutupan itu berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Terkait dengan libur Nataru ini meskipun ada pembatasan dan ketentuan tetap bisa mendongkrak perekonomian, terutama dari sektor pariwisata meskipun Magetan ini masih sangat bertumpu pada perkembangan sektor pariwisata apalagi di area Sarangan yang di dalamnya ada kurang lebih 4000 orang yang mengantungkan hidupnya pada kegiatan pariwisata di Magetan ini.

Tetapi peningkatan ekonomi ini tentu juga harus dibarengi dengan upaya pencegahan penyebaran covid. Artinya tidak hanya semata mata memperhatikan bagai mana nanti aspek ekonomi ini bisa meningkat tetapi penyebaran covid juga harus bisa dicegah semaksimal mungkin.

“Jadi untuk protokol kesehatan di masing-masing tempat wisata mutlak harus dilakukan dan dilaksanakan secara ketat. Sehingga harapan kita ekonomi bisa bangkit tapi juga tidak ada penyebaran covid terutama dari klaster pariwisata,” tutupnya. (pgh/adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.