Petisi
Peserta lomba pancing, mulai anak-anak hingga dewasa.
HIBURAN

Jelang Perayaan Paskah 2019, Jemaat Katolik Gelar Lomba Mancing

SURABAYA, PETISI.CO – Dalam rangka perayaan Paskah 2019 Jemaat Gereja Katolik Santo Yohanes Maria Vianey, yang berada di Perumahan Pondok Benowo Indah (PBI) dan Griya Benowo Indah (GBI), menggelar acara lomba memancing, Sabtu (16/3/2019) pukul 20.00 wib.

Perlombaan tersebut, selain dalam rangka perayaan Paskah tahun 2019, juga bertujuan untuk keakraban bagi sesama umat yang ada dan jemaat Gereja Santo Yohanes Maria Vianey. Selain itu juga untuk menyalurkan hobby memancing bagi para umat.

Lomba memancing kali ini bertempat di kolam pancing Babat Jerawat yang dikelola oleh Drs. Saut Gultom, di Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal Surabaya.

Dalam lomba tersebut tidak diatur usia, peserta mulai dari anak – anak, dewasa, bahkan orang tua, dan dalam lomba tersebut tanpa dipungut biaya pendaftaran alias gratis.

Kurang lebih sekitar 50 peserta, mulai anak – anak hingga orang tua beradu ketangkasan dan taktik dalam memancing, sehingga suasana di kolam pancing saat itu terasa sangat ramai dan meriah.

Panitia bahkan tidak menyangka peserta yang awalnya dirasa sedikit ternyata cukup banyak, para peserta berasal dari Perum PBI, GBI, Dreaming Land dan Western Vilage.

“Peserta yang daftar awalnya tercatat 50 orang, kemungkinan bisa tambah karena banyak yang membawa keluarga dan jumlah jemaat kita ada 130 KK yang kita undang belum ditambah anak – anaknya,” kata Robertus Sugeng Riyadi Ketua Panitia lomba, sebelum acara perlombaan dimulai.

Kepada Petisi.co, Robertus mengatakan, bahwa kegiatan lomba mancing tersebut dalam rangka perayaan Paskah 2019, dan untuk menjalin keakraban bagi umat yang ada dan supaya umat bergembira menyambut Paskah nanti. Ini adalah salah satu lombanya, masih banyak lagi lomba – lomba yang lainnya.

“Saya sangat bangga kegiatan ini disambut antusias peserta. Kami akan mengagendakan kegiatan lomba mancing ini dua tahun sekali, dan untuk hadiahnya panitia sudah menyiapkan uang tunai untuk juaranya,” ucap Ketua Panitia yang juga pengurus Gereja Katolik Santo Yohanes Maria Viney.

Hal senada juga disampaikan salah satu peserta, pihaknya berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dan jadi even dua tahunan.

“Kalau perlu, bisa menjadikannya lomba mancing ini jadi kegiatan tahunan ke depannya,” kata salah seorang peserta.

Sementara pengelola kolam pancing Babat Jerawat Drs. Saut Gultom, mengatakan, bahwa lomba memancing ini juga sebagai edukasi dan juga bertujuan untuk memupuk jiwa sportivitas, selain sebagai ajang mempererat kebersamaan antar umat.

Suasana lomba pancing di Babat Jerawat

“Ini juga sebagai wadah edukasi. Karena saya lihat ayahnya mancing, anak-anaknya juga ikut serta. Ini sangat bagus untuk mengedepankan kebersamaan antargenerasi. Dan kita berharap kegiatan ini bisa jadi agenda,” ujarnya.

Kita bersyukur, lanjut Gultom, meskipun cuaca sempat hujan deras, bahkan jalanan banjir, namun antusias keluarga, saudara, dan teman tetap semangat. Beberapa peserta bahkan hadir bersama keluarga dan anak – anaknya.

Menariknya lagi dari kegiatan ini, meskipun tanpa uang pendaftaran, namun Panitia sudah menyiapkan hadiah berupa uang tunai.

Lomba mancing tersebut diatur dengan waktu yaitu selama dua jam, dan diakhir acara lomba untuk pemenang juara pertama diraih oleh Nainggolan, yang berhasil mendapatkan ikan Tombro paling besar. (bah/tom)

terkait