Jembatan Ambrol, 23 KK Terancam Terisolir

oleh
Jembatan antar dusun yang ambrol

PONOROGO, PETISI.COJembatan antar dusun di wilayah RT 02 RW 02, Dusun Nambung, Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo ambrol (jemblong) karena diterjang banjir di sungai Nambung, pada Minggu (11/3/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Puluhan jiwa yang berada di selatan jembatan Nambung terancam terisolir.

Jembatan antar dusun yang ambrol ditutup seadanya

Jembatan dengan bentang lebar 3,5 meter dan bentang panjang panjang 4 meter serta memiliki ketinggian 3,5 meter dari dadar sungai tersebut ambrol bagian pondasi seberang selatan sungai. Sehingga membuat badan jembatan jemblong sekitar lebar 2 meter dan panjang 1,5 meter. Dari kerusakan tersebut puluhan warga setempat melakukan penutupan jembatan untuk roda 4.

“Kalau nanti malam hujan lagi kayaknya jembatan ini akan bertambah ambrolnya, karena isian tanah di bawah badan jalan yang sudah dirabat itu akan terus hanyut digerus air sungai Nambung. Karena sungai ini airnya besar aliran dari Dukuh Dayu dan wilayah Desa Bekare,” ujar Sumiran.

Hal yang sama juga dikatakan Ukik warga RT 02/ RW 02, Dusun Nambung yang kebetulan rumahnya di seberang selatan jembatan rusak ini. Menurutnya kondisi jembatan sudah mengkhawatirkan untuk dilalui.

“Ini kita tutup biar anak-anak gak kejeblos ke dasar sungai mas, karena tinggal rabatan setebal 12 sentimeter ini yang menutup badan jembatan dan dalamnya sudah kosong mlompong,” imbuhnya.

Jembatan antar dusun yang ambrol membahayakan anak-anak

Sedangkan Ketua RT 02/ RW 02, Dusun Nambung, Yanto ketika dikonfirmasi terkait kerusakan jembatan Nambung pihaknya membenarkan kalau kerusakan dipicu banjir. “Jemblongnya jembatan ini karena diterjang banjir yang debit sungai Nambung di atas normal pada tadi malam mas sekitar pukul 21.30 saat besar-besarnya banjir. Kami berharap agar segera ada perbaikan karena kalau yang melakukan perbaikan ini hanya warga satu RT ini yang terlalu berat pendanaannya, dan ini akses satu-satunya untuk ke dusun dan ke wilayah RT lain,” terang Pak RT kepada petisi.co.

Sementara Perangkat Desa Nambak, Mujono (53) ketika dikonfirmasi saat di lokasi Jembatan Nambung pihaknya mengaku jembatan tersebut sudah dalam pengajuan perbaikan di Musrembangdes. “Jembatan ini dibangun sekitar tahun 1993 melalui program P2MPD dan ¬†kontruksinya lama karena masih dari plengkung batu bata, dan ini ditahun ini (2018) masuk dalam usulan Musrembangdes. Sementara taksiran kami kalau untuk perbaikan secara permanen kurang lebih menelan biaya Rp 100 juta,” pungkas Mujono. (mal)

No More Posts Available.

No more pages to load.