Jembatan Jalur Mudik di Ponorogo Disurvey Tim Gabungan

oleh
Polisi, PUPR dan Dishub cek kelaikan jembatan di Ponorogo

PONOROGO, PETISI.CO – Bulan puasa yang tinggal beberapa hari lagi yang pasti ada momen lebaran dengan tradisi tidak bisa tertinggalkan, yaitu tradisi balik kampung bagi warga Ponorogo yang ada di luar kota.

Dengan melekatnya tradisi balik kampung yang disertai peningkatan arus lalu lintas di jalan raya. Apalagi Kabupaten Ponorogo merupakan kota transit (persimpangan) dari Jateng menuju Jatim, Madiun ke Pacitan atau Trenggalek pasti singgah atau melalui Ponorogo.

Dengan telah dekatnya moment bulan Ramadan dan Lebaran, Kasat Lantas AKP William Thamrin Simatupang, Kasat Reskrim AKP Rudi Darmawan bersama Dishub dan Dinas PUPR Kabupaten Ponorogo melakukan pengecekan kelaikan jembatan yang ada di wilayah Ponorogo.

Tak hanya melihat secara langsung jembatan jembatan yang nantinya akan digunakan untuk jalur mudik, gabungan Polisi dan instansi dari Pemda Ponorogo juga melakukan inventarisir dan pendataan jembatan.

Beberapa jembatan yang disurvey oleh petugas gabungan tersebut  ada beberapa jembatan yang ada di ruas jalan kabupaten.

“Kita survey bersama dengan Dishub dan Dinas PUPR, terutama jembatan yang akan  dilewati arus mudik, antara lain jembatan Tempuran (Paju), jembatan Taab (Kauman), Jembatan Kambeng (Slahung),  jembatan Josari (Jetis) jembatan Jarakan (kota), Jembatan Sekayu, jembatan Grenteng serta jembatan Plapar,” beber Kasat Lantas AKP William Thamrin Simatupang.

Masih menurut Kastlantas Ponorogo, beberapa jembatan yang disurvey bersama tersebut merupakan akses yang akan dilalui arus dalam jumlah besar dan berat.

“Kami bersama-sama melakukan survey jembatan yang ada. Karena jembatan yang nantinya akan dilalui kendaraan dalam jumlah besar karena musim mudik lebaran,’’ kata Kasat Lantas. (22/4/2018).

Lain lagi dengan Mujono salah satu perangkat Desa Nambak yang menyayangkan kondisi jembatan Nambak yang berada di ruas jalur Banggel (Slahung) – Bungkal . Menurutnya sudah sempit  dengan pagar pengaman jembatan yang hilang.

“Hilangnya pagar jembatan sisi utara ini sudah sekitar dua tahun, pernah oleh warga diganti bambu, tapi rusak lagi, jelang lebaran ini kita berharap Dinas segera perbaiki dan pasang pagar pengaman lagi, karena jembatan sempit kalau berpapasan harus mengalah salah satu,” terangnya.

Secara terpisah Kepala Dinas PUPR Jamus Kunto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya survey jembatan gabungan antara Polri, PUPR dan Dishub.  “Yang kami kunjungi bersama Satlantas Polres antara lain Jembatan Tempuran, jembatan Tegalsari,  Jembatan Taap, Jembatan Kambeng dan Jembatan Telasari, dari hasil survey semuanya laik,” kata Jamus.(mal)