Kades Cindaga Tepis Desanya Sebagai Desa Stunting

oleh

BONDOWOSO, PETISI.CO – Menepis data secara Nasional jika 51 anak warga Desa Cindaga, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur ditemukan penderita Stunting (Bayi pendek) usia 0 smpai dengan 3 tahun, akhirnya Desa Cindaga adakan Festival bebas stunting Desa Cindaga 2018. Diantaranya lomba pemuda tanggap dan MP ASI (16/8/2018), lomba giat kader dan ibu pintar (17/8/2018) dan lomba Ayah hebat (18/8/2018).

Abd. Gafur Bakri selaku pendamping Kecamatan Tapen di balai Desa Cindaga mengatakan, dengan data Nasional status Stunting pada 51 bayi warga Cindaga tersebut kami melakukan kegiatan Festifal ini dengan melakukan musyawarah bersama-sama.

“Hingga akhirnya kami sepakat bersama Kepala Desa Cindaga Faruk Amrullah, Mahasiswa/wi KKN Unej Jember dikordinir Ahmad Syaihudin, sejumlah kader, tokoh masyarakat, pendamping desa, dan pendamping kecamatan mengadakan acara festival Desa Cindaga bebas Stunting 2018 dengan agenda lomba selama tiga hari dihadiri pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso,” terang Gafur.

Terkait status 51 bayi stunting, pihaknya bersama Puskesmas Tapen serta Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso melakukan pengukuran dan penimbangan pada semua bayi di Desa Cindaga. Hingga setelah dilakukan pembedahan serta identifikasi secara langsung, petugas tidak menemukan satu bukti apapun seperti data Nasional tentang status Stunting ini.

“Hasil yang dilakukan sudah kami buatkan berita acara sebagai bahan laporan yang akan kami sampaikan secara nasional padahal fakta yang ada jelas Desa Cindaga mendapatkan indeks desa membangun sesuai dari kemendes 2016 sebagai desa maju dimana salah satu indikatornya pelayanan dasar di sektor kesehatan namun tiba-tiba Cindaga bisa jadi desa Stunting lalu sumber datanya dari mana,“ terang Abd, Gafur Bakri

Kordinator kegiatan dari Mahsisiwa KKN Unej Jember, Ahmad Syaihudin menjelaskan, festival desa bebas Stunting yang diadakan oleh mahasiswa KKN Unej Jember bekerjasama dengan pemerintah Desa Cindaga merupakan cara baru untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta semua pihak dengan terlibat aktifnya mereka mulai dari pemerintah desa.

Petugas kesehatan sebagai penyelenggara, kader, ayah dan ibu, pemuda-pemudi untuk mengatasi stunting secara bersama-sama. Dan momen ini jadi fasilitas Desa Cindaga menyampaikan kepada masyarakat serta pihak terkait bahwa Desa Cindaga adalah desa bebas stunting dimana melalui hasil timbang bayi serentak maka benar tidaknya data Nasional tersebut akan terjawab.

“Jadi dengan cara seperti ini materi tersebut dilombakan, peserta akan belajar terus menerus sehingga materi benar-benar dipahami secara mendalam,“ katanya di balai Desa Cindaga.

Abdul Gafur bakri selaku pendamping kecamatan dan Kepala Desa Cindaga Faruk Amrullah menghimbau agar kepada Desa Cindaga khususnya dan desa lainnya di kabupaten Bondowoso agar memamfaatkan dana DD untuk melakukan kegiatan semacam ini bahkan festifal bebas stunting di Desa Cindaga ini merupakan kegiatan satu-satunya di Indonesia. (cip)