Kalapas Banyuwangi : Agar Jiwa tak Guncang, Ratusan Napi Gelar Istighosah

oleh
Ratusan warga binaan mengikuti istigosah dengan khusuk

Fenomena Tahanan Kabur

BANYUWANGI, PETISI.CO – Nuansa agamis terpancar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Alunan suara puji-pujian terdengar lantang diikuti suara serentak makmum jama’ah istighosah, diikuti ratusan nara pidana warga binaan yang beraga islam, pria dan wanita, juga pegawai Lapas.

Bukan tanpa alasan kegiatan istighosah diakan Lapas Banyuwangi, lafadh tahlil yang dipandu seorang Ustad Abdul Ghony As’ary, sekaligus siraman rohani mendinginkan hati siapapun yang mendengar.

Kepala Lapas Banyuwangi, Arimin, kepada wartawan mengungkapkan, istigosah kali ini juga bagian dari pembinaan dari Lapas. Mereka diajak lebih tekun dan mendalami agama islam. Mengakui kesalahan-kesalahan yang dibuatnya, dan kelak bisa berubah kembali pada masyarakat pada umunya. “Mereka harus sadar dan sadar menjalani proses hukumnya. Tidak tergunjang keteguhan hatinya,” kata Arimin disela acara, (9/5/2017).

Harapan Kepala Lapas, Arimin, proses pembinaan bisa berjalan sesuai rencana, mereka sadar menjalani proses hukum dan tidak terlintas keingin yang aneh seperti halnya kabur dari masa tahanan yang dijalani sesuai proses hukum yang sudah diputuskan hakim.

Sasaran pembinaan keagaman lewat istighosah, harapannya tidak hanya pada warga binaan saja. Siraman rohani itu, juga bisa dirasakan oleh pegawai Lapas sendiri. Terpenting, hubungan warga binaan dengan pegawai Lapas bisa berjalan dengan baik. “Keluhan yang masuk, tentu akan menjadi evaluasi agar semuanya baik,” imbuhnya.

Informasi diterima PETISI.CO, kapasitas hunian di Lapas Banyuwangi bisa dikatakan over kapasitas. Kapasitas normal hanya 260 orang, kenyataannya, jumlah penghuni kisaran 826 orang Narapidana dan tahanan. Dengan rincian 783 pria dan 43 wanita. “Terbanya, tahanan kasus narkoba yang jumlahnya mencapai 347 orang. Dan jumlah pegawai kurang lebih 75 orang.

Kegiatan ini, merupakan fenomena terjadi peristiwa kaburnya ratusan warga binaan di Sialang Bungkuk, Pekanbaru. (rohman/to)