BATU, PETISI.CO – Kota Wisata Batu tidak pernah kehabisan obyek menakjubkan. Terbaru, muncul tempat wisata yang tidak kalah dengan obyek wisata yang sudah ada sebelumnya. Yakni, kampung Lemah Abang (LA).
Kampung ini berada di Dusun Pagergunung, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dulu, kampung ini disebut dengan kampung Kedung Gunungsari.
Banyak hal yang menakjubkan dari obyek wisata satu ini. Terutama sungguh memesona pada malam hari.
Kampung Lemah Abang menonjolkan warna-warni lampu bertuliskan “Kampung LA”. Selain itu, bertebaran lampu yang membentuk rumah dan beragam hiasan bentuk lainnya yang menghiasi kampung tersebut.
Karena lokasinya yang berada di atas perbukitan, pengunjung yang datang akan disuguhi pemandangan Kota Batu dan pertanian. Tidak hanya itu, di Kampung LA pengunjung juga bisa memilih menyeruput kopi sekadar menghangatkan badan sambil mengobrol dengan orang terdekat.

Suasana kampung itu juga sangat bagus. Sebab, hampir semua rumah yang terdiri dari 45 kepala keluarga kompak menghias dengan lampu warna-warni. Yang cukup mengagumkan, kampung wisata ini dibuat dari hasil swadaya dari masyarakat sekitar.
Kampung yang berubah menjadi tempat wisata ini, tidak seluruhnya berubah total. Tetapi budaya atau kebiasaan warga setempat juga menjadi hal yang menarik. Seperti ikut memberikan pakan ternak hingga memerah susu sapi, ketika sore atau pagi hari.
Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, jika ada penginapan di situ, Kampung LA akan sangat lebih baik. Sebab, wisatawan bisa bermalam dan menikmati suasana di sana.
“Kelengkapan fasilitas umum itu juga menjadi pertimbangan wisatawan. Semakin lengkap, akan banyak yang tertarik. Apalagi potensi dengan hadirnya penginapan akan mendukung,” ungkap Walikota Batu.
Walikota menyatakan apresiasi patut diberikan kepada penggagas berdirinya Kampung LA. Bahkan akan mendukung perkembangan dari obyek wisata desa itu.
Pemerintah Desa saat ini sangat mandiri, sebab sudah memiliki anggaran desa yang bisa dikelola. Bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Dengan anggaran itu bisa memperbaiki infrastruktur yang ada.
Dengan anggaran itu pula akan memberikan partisipasi besar untuk perekonomian warga sekitar. Jadi, mempunyai multi player efek yang besar bagi warga desa.
Pada kesempatan itu, Walikota Batu memberikan solusi untuk penyerapan anggaran yang tepat dan berdaya guna.
“Ini sebuah solusi yang win win solution, ” kata Walikota Batu seperti yang disampaikan Kepala Bagian Humas Pemkot Batu, Santi Restuningsasi beberapa waktu lalu.
Ia lanjutkan, obyek wisata ini masih terus mengalami perbaikan. Mulai infrastruktur yang dipermulus juga paket paket wisata lainnya. Bahkan ke depan Kampung LA ini akan menyuguhkna paket seharian. Selain ada tempat menginap, juga disuguhkan wisata petik apel atau jeruk.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menambahkan, memang ke depan wisata di Kota Batu bisa menyuguhkan paket wisata. Sehingga wisatawan bisa lebih lama di Kota Batu.
“Lebih bagus kalau setiap tempat wisata itu menawarkan paket wisata. Ada penginapannya, tempat edukasi atau wisata petik dan sebagainya,” kata Imam.
Paket wisata itu penting agar wisatawan tidak hanya sebentar singgah di tempat wisata tersebut. Selain itu, agar ada pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. “Jadi, tidak hanya sekadar desa wisata, tapi ada pemberdayaan masyarakatnya juga,” ucap Imam. (eka)







