Kantor Imigrasi Kelas II Jember Perkuat Tim Pengawasan Orang Asing

oleh
Tim Pengawasan Orang Asing Kantor imigrasi kelas ll Jember gelar rapat bersama tim pengawasan orang asing Kecamatan se Kabupaten Jember

JEMBER, PETISI.COTim Pengawasan Orang Asing Kantor imigrasi kelas  ll Jember gelar rapat bersama tim pengawasan orang asing Kecamatan  se Kabupaten Jember, Rabu (28/4/2018). Acara ini dihadiri oleh Camat, Kapolsek, Danramil, serra instansi terkait yang bertempat di hotel Aston Jember.

Menurut Tohadi, Kepala Bidang Intelejen, Penindakan, Informasi Dan Sarana Komunikasi Kantor Kanwil Imigrasi Jawa Timur mengatakan, kedatangan wisatawan asing di Indonesia memberikan dampak positif dan negatif. “Dengan adanya rapat koordinasi tim pengawas orang asing tingkat kabupaten dan kecamatan, diharapkan bisa mengantisipasi persoalan negatif dampak kehadiran tamu asing di Indonesia,” tutur Tohadi.

Secara positif kedatangan wisatawan asing di Indonesia bisa memberi kontribusi bagi masyarakat untuk mendorong meningkatkan kualitas alih teknologi dan meningkatkan pelimpahan devisa yang pada gilirannya dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia.

“Namun disisi lain, kedatangan wisatawan asing perlu kita waspadai, agar tidak dijadikan tumpangan kepentingan negatif seperti dominasi ekonomi dan ketenagakerjaan serta menjadi kepentingan kejahatan trans nasional seperti pencurian kekayaan alam, terorisme dan bisnis narkoba,” paparnya.

Selanjutnya, dengan adanya kepentingan tersebut bisa mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap kompleksitas permasalahan politik, hukum, kesejahteraan masyarakat dan keamanan. “Dari permasalahan yang kompleks tersebut pada akhirnya bisa merugikan kepentingan negara,” imbuh Tohadi.

Untuk mengantisipasi kejahatan atau dampak negatif hadirnya tamu asing, Kementrian Hukum dan HAM RI menunjuk jajaran Kanwil Keimigrasian Jawa Timur untuk membentuk tim pengawasan orang asing hingga tingkat kecamatan. Dengan harapan agar pengawasan lalu – lintas orang asing di Jawa Timur lebih optimal.

“Hingga tahun 2017, di Jawa Timur sudah terbentuk 560 tim pengawasan orang asing tingkat kecamatan. Sedangkan di tingkat kabupaten sudah terbentuk 41 tim pengawasan orang asing, totalnya semua tim yang terbentuk sebanyak 601, ini terbanyak se – Indonesia,” pungkas Tohadi. (eva)