PETISI.CO
Foto bersama, AKBP Asfuri, SIK, MH (Kapolres Malang Kota), Prof. Drs. H. Junaidi, MPd, PhD (Wakil Rektor 1 Unisma), Heru Mulyono, SIP, MT (Sekban Bakesbangpol Kota Malang), Noor Shodiq Askandar, SE,MM (Wakil Rektor 3 Unisma),Kurniawan Muhamad (Direktur Radar Malang), Dr. Ainur Rofiq, SH, MAg (mantan Aktivis HTI) dan peserta talk show
PERISTIWA

Kapolresta Malang Hadiri Talk Show Kebangsaan di Unisma

MALANG, PETISI.CO – Universitas Islam Malang (Unisma) Malang membuat event Talk Show Kebangsaan dengan tema “Indonesia Kita, Kita Indonesia jangan Suriahkan Indonesia” yang bertempat di Aula Pascasarjana lantai 7 Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Hariyono Kota Malang. Acara Talk Show Kebangsaan dimulai, jam 09.10 s/d 11.40 wib, dan diikuti sekitar 800 orang peserta.

AKBP Asfuri, SIK, MH (Kapolres Malang Kota) sedang penyampaian materi.

Dalam kesempatan itu, pejabat, tokoh maupun undangan yang menghadiri talk show, diantaranya AKBP Asfuri, SIK, MH (Kapolres Malang Kota), Prof. Drs. H. Junaidi, MPd, PhD (Wakil Rektor 1 Unisma), Heru Mulyono, SIP, MT (Sekban Bakesbangpol Kota Malang), Noor Shodiq Askandar, SE,MM (Wakil Rektor 3 Unisma), Kurniawan Muhamad (Direktur Radar Malang), Dr. Ainur Rofiq, SH, MAg (mantan Aktivis HTI), Para Civitas Akademika Unisma, Komunitas Muda Mudi Cinta Indonesia dan Mahasiswa Unisma.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, SIK, MH, dalam penyampaian materi talk show, diantaranya : Talk show ini adalah sebagai refleksi terhadap bagaimana pendiri dan pejuang Indonesia betapa beratnya perjuangan sampai dapat menciptakan negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang mendirikan negara Indonesia adalah bukan satu atau segelintir manusia saja melainkan semua warga negara Indonesia, yang membuat dasar untuk negara Indonesia ini yaitu Pancasila. Jadi jangan sampai ada segelintir orang yang akan merubah Pancasila yang sebagaimana adalah Pancasila sebagai dasar Negera Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Ingin Seluruh Elemen Ikut Aktif Monitoring Program PISEW 2021

“Jadi dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi benteng negara kita, dengan kegiatan ini pula bisa membuat warga Indonesia membentengi tentang paham-paham dan ideologi yang radikal dan intoleransi,” terang kapolres.

Sementara itu, Walikota Malang, dalam sambutanya yang dibacakan Sekban Bakesbangpol, Kota Malang, Heru Mulyono, SIP, MT.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Rektor Unisma Malang, karena acara ini sangat perlu dilaksanakan sebagai wadah untuk deteksi dini terhadap gerakan radikalisme dan perbuatan anti Pancasila yang tidak sesuai dengan tatanan hidup dasar Negara Republik Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Sinjai Ajak Warganya Meningkatkan Kepekaan Sosial  

Semoga kegiatan ini, tambah Heru Mulyono, SIP, MT, dapat menjadi sebuah momentum bagi kita bersama. Mengantisipasi ancaman keamanan masyarakat, dan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai.

Waktu yang sama, adapun inti poin penyampaian materi Talk show, Dr. Ainur Rofiq, SH, MAg, juga menuturkan, “Cara perekrutan dari HTI adalah pasti mencari orang yang taat beribadah di masjid, dan setelah itu diajak diskusi dan setelah didiskusikan pasti kelompok HTI itu menyudutkan dengan cara membuka gambaran dengan kedudukan UUD 1945 dengan Alquran dan hadist tinggi mana,” jelasnya, Sabtu (15/12/2018).

Ditambahkan, Prof. Drs. H. Junaidi, MPd, PhD (Wakil Rektor 1 Unisma) juga menambahkan dalam pidatonya, pihak keamanan sudah melakukan analisis yang sudah terpapar sebagai salah satu basis dari kampus kampus radikal yang ada di Kota Malang, dan dengan ini saya yakinkan bahwa di kampus Unisma tidak termasuk kampus radikal dan saya yakinkan sekali lagi, bahwa Unisma tidak ada paham-paham radikalisme.

Baca Juga :  Melek Budaya, Kajian Manuskrip Kuno Sunan Drajat Dikupas Untuk Generasi Milenial

“Terkait peraturan rektor tentang tata cara berbusana bagi mahasiswa Unisma, bagaimana tata cara berbusana untuk mahasiswi tidak diperkenankan untuk memakai cadar disamping tentang perkembangan radikalisme juga cadar menurut kita bisa mengganggu tentang proses perkuliahan. Kita tidak mau dosen bingung terhadap mahasiswinya, dan bahkan bisa terjadi pula mahasiswinya tidak bisa hadir digantikan oleh adiknya, ” paparnya.

Diketahui, acara Talk Show Kebangsaan tersebut selesai kurang lebih pukul 11.40 WIB. “Alhamdulillah kegiatan rapat koordinasi berlangsung, berjalan dengan aman, dan terkendali,” ungkap Ipda Ni Made Seruni Marhaen, kepada awak media. (sul/eka)

terkait

Perjalanan Pulang, Meninggal di Pangkuan Istri

redaksi

Polres Sumenep Tegaskan Tidak Boleh Ada Kegiatan Yang Mengundang Massa Banyak

redaksi

Kakek Warga Plemahan Kediri Meninggal Terbakar

redaksi