PETISI.CO
PERISTIWA

Kasdim Mojokerto : Babinsa Harus Kuasai Lima Kemampuan Teritorial

MOJOKERTO, PETISI.CO Kepala Staf  Kodim Mojokerto Mayor Inf  Nuryakin, S.Sos memberikan arahan bagi 23 personel yang baru masuk Satuan Kodim 0815 Mojokerto, bertempat di Ruang Data Makodim 0815 Jalan Majapahit Nomor 1 Kota Mojokerto, Jawa Timur, Senin (07/01/2019) sore.

Dihadapan personel calon Babinsa ini, Kasdim 0815 menegaskan, sebagai Aparat Komando Kewilayahan, para prajurit harus membekali diri dengan Lima Kemampuan Teritorial guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

“Terlebih bagi prajurit yang berasal dari Satuan Tempur atau luar Kotama, untuk mengubah mindset dari satuan lama ke satuan baru yakni Kodim 0815 Mojokerto selaku Komando Kewilayahan yang salah satu tugasnya melaksanakan pembinaan wilayah,” tegasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kebakaran Wilayah Tengah, Serahkan Mobil Damkar di Kecamatan Rogojampi

Masih tutur Alumni Sepa PK 1999, para prajurit harus segera beradaptasi dengan tempat tugas baru, dan setelah jadi Babinsa nanti wajib mengenali bahkan menguasai aspek geografi, demografi, kondisi sosial dan karakteristik desa binaan.

Jalin silaturahmi dan komunikasi serta bangun kebersamaan dengan unsur Tiga Pilar Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan komponen masyarakat lainnya guna terwujudnya kondusifitas wilayah sehingga roda pembangunan dapat berjalan dengan sukses sesuai yang ditargetkan pemerintah maupun pemerintah daerah,” pungkas Alumnus Unisma Malang ini.

Baca Juga :  Kasdim Mojokerto Pemateri Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa STIT Raden Wijaya

Untuk diketahui, sebelum para Babinsa dilepas ke daerah penugasan, terlebih dahulu menerima pembekalan materi teritorial selama tiga hari, mulai hari ini (07/01) hingga Rabu (09/01/2019), dengan pemateri dari internal satuan.(syim)

terkait

Bupati Mojokerto Pimpin Kerja Bakti dan Penyemprotan Disinfektan

redaksi

12 Sekolah di Surabaya Lolos Tahap Awal Penghargaan Adiwiyata Jatim 2021

redaksi

Kuasa Hukum: Bingung, Perkara Perdata Kok Dicampur dengan Perkara Pidana

redaksi