Petisi
Abdul Rosad
BERITA UTAMA LAMA-Daerah

Kasek MTsN Kandat Intervensi Wali Murid untuk Buat Pernyataan Bohong

Buntut Siswa Tak Sanggup Bayar Iuran

KEDIRI, PETISI.CO – Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kandat, Kabupaten Kediri diduga mengintervensi Ramidi, ayah Bayu Wahyudi Pratama, siswa kelas 7E untuk membuat surat pernyataan bohong.

Di dalam surat pernyataanya bermaterai 6000 itu, dia menyatakan bahwa berita yang beredar di sejumlah media terkait MTsN Kandat tidak benar.

Ramidi mengaku, jika surat pernyataan yang dibuatnya bukan atas dasar pribadinya. Melainkan atas permintaan Kepala Sekolah MTsN Kandat, Abdul Rosad.

Ia membuat surat pernyataan tersebut di MTsN Kandat, pada Senin (15/5/2017) pagi. Waktu itu, dia mengantar anaknya ke sekolah, setelah sempat menandatangani surat pengunduran diri.

“Kemarin mengantar sekolah, pada Senin pagi. Disuruh ke kantor dan disuruh menulis surat pernyataan berita media yang tidak benar. Isi suratnya didekte oleh Kepala Sekolah dan setelah itu langsung saya tanda tangani,” aku Ramidi, Selasa (16/5/2017) saat ditemui di rumahnya di Dusun Ringin Jejer, Desa Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Ia menjelaskan, saat penulisan surat pernyataan, dirinya diarahkan oleh pihak sekolah. Sedangkan isi dari surat dari Kepala MTsN Kandat Abdullah Rosad. “Kata-katanya pak Rosad. Saya dituntun, kemudian tanda tangan. Saya juga nggak tahu nanti surat ini untuk apa,” tegas pedagang pentol keliling ini.

Dalam surat tertanggal 13 Mei 2017 tersebut terdapat dua poin, yakni pertama, anak saya yang bernama Bayu Wahyudi Pratama tidak mengundurkan diri dari madrasah (MTsN Kandat) dan sampai saat ini masih tetap belajar di MTsN Kandat. Kedua, informasi yang beredar di media itu tidak benar.

Lanjut Ramidi, tidak hanya surat pernyataan, dirinya juga diminta untuk menandatangani beberapa kertas dokumen. Sesuai ingatannya, ada lima dokumen. Selain surat pernyataan, ada pula dokumen berita acara. Semuanya ia tanda tangani di sekolah. Padahal, pada tulisan berita acara tersebut seolah dibuat di rumah Ramidi, pada Jumat (12/5/2017) pukul 20.30 WIB.

“Tidak ada tandangan di rumah, semua berkas saya lakukan disekolah. Bahkan saya tidak sempat membacanya. Hanya diminta untuk tanda tangan,” bebernya.

Ramidi menambahkan, pada surat pernyataan yang menempelkan materai 6000 pihak Kepala Sekolah. “Kalau yang surat pernyataan itu, yang menempelkan materainya Pak Rosad Kepala Sekolah,” jelasnya.

Kepada sejumlah wartawan Ramidi menegaskan, apabila berita yang beredar di media sudah benar. Berita itu berasal dari pernyataan langsung dan anaknya saat setelah menandatangai surat pengunduran diri tersebut.

Usai masalah itu mencuat, akhirnya Ramidi dan Bayu diminta ke sekolah, hingga akhirnya kini Bayu sudah kembali bersekolah.

Terpisah, Kepala MTsN Kandat Abdullah Rosad ketika dikonfirmasi terkait perihal itu mengatakan, apabila persoalan tersebut telah ia anggap selesai. Tentang surat pernyataan Ramidi, menurut Rosad tujuannya agar Bayu bisa nyaman dalam belajar kembali di sekolah.

“Itu Pak Ramidi juga tahu. Iya kalau yang nempel materai memang saya. Pak Ramidi ada. Saya ada,” katanya ditemui di MTsN Kandat.

Ditanya apakah ia mendekte Ramidi untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa media tidak benar? jawab Rosad dirinya tidak bermaksud untuk itu.

“Supaya informasi berimbang. Jadi, anak itu juga bisa nyaman kembali ke sekolah. Faktanya anak itu bisa kembali ke madrasah sampai hari ini. Tidak ada maksud istilahnya menjatuhkan wartawan. Saya mohon maaf kepada semuanya. Akibat surat pernyataan itu akhirnya membuat ketidak nyamanan semua. Sebenarnya surat pernyataan tersebut agar tetap bisa menjaga citra sekolah,” ungkap Rosad.

Diberitakan sebelumnya, Bayu Wahyudi Pratama, siswa kelas 7E MTsN Kandat nyaris gagal mengikuti ujian kenaikan kelas, pada Senin (15/5/2017) lalu setelah tidak sanggup membayar iuran jariyah dan buku LKS sebesar Rp 1,650 juta. Menurut Ramidi, dia sodori surat pengunduran diri oleh oknum guru MTsN Kandat.

Sebab, apabila tidak sanggup membayar, Bayu tidak mendapat nomor ujian dan tidak bisa mengikuti ujian.

Setelah media massa memberitakan, MTsN Kandat akhirnya mendatangi Bayu dan Ramidi di rumahnya, pada Jumat (12/5/2017) malam. Kepala MTsN Rosad meminta Bayu kembali bersekolah dan membebaskan dari seluruh biaya.

Bahkan, setelah pemberitaan gencar, banyak dermawan yang datang untuk memberikan sumbangan. Ada dermawan yang memberian uang untuk biaya sekolah, ada pula yang memberi bantuan peralatan sekolah. Sumbangan mengalir dari berbagai pihak.

Tetapi ironisnya, Ramidi justru membuat surat pernyataan bohong yang berisi bahwa berita di media tidak benar. Dia juga menyatakan bahwa anaknya Bayu tidak pernah mengundurkan diri. Menurut Ramidi pembuatan surat pernyata itu atas intervensi dari Kepala MTsN Kandat Abdullah Rosad.(dun)

 

terkait

Pentingnya Pembangunan yang Berkelanjutan

redaksi

Cegah Radikalisasi Agama, Ini Lima Cara Mengantisipasi Versi PCNU Banyuwangi

redaksi

Pilkada Serentak 15 Pebruari 2017, Libur Nasional

redaksi