Keberhasilan Daya Saing Ditentukan Empat Yang Fondamental

oleh
Gubernur Jatim Soekarwo menerima cinderamata dari Rektor UM Prof. Dr. Ah. Rofiudin,Mpd usai memberikan Kuliah Umum Membahas Daya Saing Ekonomi Jatim dihadapan ratusan mahasiswa Sarjana dan Pasca Sarjana

MALANG, PETISI.CO – Empat hal  yang menentukan  keberhasilan daya saing antara lain pertama;  Stabiltas Makro Ekonomi, kedua; Pemerintah menggunakan kebijakan bottom up atau pemerintah selalu mengajak ngomong masyarakat  yang  akan terkena dampak. Dan ketiga adalah  tata letak kelembagaan, keuangan bisnis dan  kondisi tenaga kerja, keempat adalah kualitas pengembangan infrastuktur.

Penyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo,SH,Mhum saat memberikan Kuliah Umum program  Magister ( S2) dan program Doktor ( S3) di Universtas  Negeri Malang ( UM) Jl. Surabaya malang, Kamis (16/3/2017).

Pakde karwo mengatakan, menurut Prof. Wijoyo bahwa  pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan demografi wilayah. Jawa Timur lima tahun berturut-turut pertumbuhan ekonominya selalu diatas rata-rata pertumbuhan nasional.  Hal tersebut, dikarenakan  jumlah penduduk jatim selalu terkendali dan  masyarakatnya sangat  baik serta mempunyai  inovasi dan kreativitas yang tinggi. Sehingga  hal itu menjadi  relevansi dan bisa  mendukung pertumbuhan ekonomi jawa Timur menjadi baik.

Pertumbuhan penduduk yang besar, tapi kalau  didukung dengan inovasi dan kreativitas yang  tinggi maka hal itu tidak  menjadi  masalah atau hambatan, tapi malah menjadi berkah. Saat ini Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Jatim sebesar  0,610 persen, dan  hal ini merupakan pertumbuhan yang paling rendah di Indonesia. Karena pertumbuhan penduduk nasional sebesar 1,659 persen. Sedang  LPP Jawa Baratpun  sangat tinggi yakni  hampir  2 persen.

Padahal, tambahnya, total pasangan usia subur (TFR) sebesar 1,944 %, tapi  angka ini tidak diam, sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan perkembangan. Namun, jumlah pasangan usia subur di Jatim sangat  bagus  program Kbnya. Yaitu mereka melakukan KB atas dasar keinginan sendiri bukan karena anjuran pemerintah. Alasannya, mereka  pasangan usia subur ibu-ibunya  tidak ada yang nganggur  tapi rata-rata bekerja di sektor industri kecil (IKM atau UKM). Sehingga  jarak kelahiran anak jumlah anak yang mereka inginkan dapat diprogram dengan baik dan matang, yaitu dua anak cukup.

Selain demografi, lanjutnya,  masalah pendidikan atau kualitas SDM juga sangat menentukan. Untuk itu, Pemprov. jatim telah membuat kebijakan  dengan merubah komposisi sekolah Menegah yakni sebesar 70 persen SMK ( sekolah Vokasional) dan 30 persen SMA (sekolah menengah atas).  Serta menambah  Sekolah Politeknik atau sekolah/Kuliah kejuruan  yang memiliki skill, karena dengan kejuruan  maka  lulusannya bisa langsung terjun ke lapangan sebagai tenaga kerja  yang siap pakai handal. Dengan begitu, kedepan Jawa Timur diharapkan mampu bersaing dengan negara-negara Asian lainnya di Era Globalisasi ini.

Pendidikan juga tidak akan berhasil dengan baik, jika tidak didukung dengan kesehatan yang baik. Untuk itu, sebelum menangani masalah pendidikan, masalah yang harus diperbaiki adalah kesehatan ,karena masalah ini menjadi penentu bagi  keberhasilan bidang pendidikan.Untuk itulah, kebijakan pemerintah harus kembali ke matapnya yakni kembali kepada kepentingan perbaikan ekonomi. Karena ekonomi menjadi penting, sebab provinsi Jawa Timur saat ini sudah menjadi provinsi industri. Jadi, sebesar 28,92 persen ditentukan oleh industri (IKM dan UKM).

Dengan begitu, IKM dan UKM harus  getol  melakukan marketing bagaimana caranya agar produk hasil IKM dan UKM Jawa Timur mampu dan bisa diterima pasar. Caranya, pelaku IKM harus bisa menangkap keinginan pasar, dengan  cara terus ber-inovasi  mengolah  hasil pertanian  yang ada di desa menjadi  barang jadi yang siap dijual. Sehingga menambah hasil atau pendapatan  petani sekaligus mengurangi pengangguran.

Dengan adanya pengolahan hasil pertanian menjadi makanan atau minuman, maka  ekonomi desa  bisa terangkat dan perputaran uangpun menjadi baik. Sehingga  geliat ekonomi desa menjadi baik dan pembangunan desa  mampu menopang pembangunan ekonomi regional. “ Bila ekonomi desa menjadi baik dan terangkat, otomatis pertumbuhan dan  peningkatan   industri kecil di setiap desa akan terus bertambah. “ Kalau sudah begitu, ada satu hal yang harus terus dilakukan oleh  para pelaku IKM dan UKM. Yaitu  promosi dan  marketing  harus terus ditingkatkan  caranya  satu  yaitu  tidak boleh berbohong atau membohongi publik. Jadi  harus pegang  kejujuran dan itu tidak boleh dilanggar. Karena kejujuran  itu sangat penting,” tegasnya.(har/mas)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.