Kekeringan, Tanaman Padi di Bungkal Selatan Terancam Gagal Panen

oleh
Kekeringan di Bungkal Selatan terancam gagal panen

PONOROGO, PETISI.CO – Sekitar puluhan hektar tanaman padi di Desa Pelem, Koripan, Kalisat, dan Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terancam gagal panen akibat kekeringan. Saat ini sebagian padi kering, ada pula yang mati.

Dari pantaun petisi.co di lapangan terasa tidak tega melihat kondisi tanaman padi milik petani dari beberapa desa tersebut. Pasalnya hamparan tanaman padi sudah terlihat layu daun menguning dan kusut (nglinthing.red) karena kekurangan air.

“Sudah kurang lebih dua bulan tidak turun hujan. Jadi padi kami sekarang sudah kering dan mati,” ujar warga yang minta disapa Pak No, warga Desa Kalisat, Kamis (24/5/2018).

Hal yang sama juga disampaikan Mujono, kekeringan lahan persawahan tadah hujan milik warga terjadi pasca masa tanam, pertengahan Maret lalu. Padahal menurut prediksi petani, hingga Mei ini masih masuk musim hujan meskipun jarang akan tetapi malah tidak turun hujan.

“Secara hitungan warga, biasanya ini musim hujan sampai bulan Mei. Tapi sejak pertengahan akhir Februari, setelah masa tanam, tidak ada hujan. Mungkin sekarang karena perubahan iklim,” tuturnya.

Selama musim jarang hujan ini sambung Mujono, sebagian petani yang memiliki biaya, mengambil air dengan mesin pompa dari sungai yang letaknya jauh.

“Biayanya besar. Satu hari habis ratusan ribu untuk perkotak lahan. Tapi kalau tidak punya modal dan mesin, hanya pasrah menunggu hujan,” jelasnya.

Saat ini warga berharap, Pemkab Ponorogo peka terhatap jeritan petani jangan hanya bisa beri bantuan benih dan benih meski sering telat datangnya benih tapi bukan juga dapat memberikan bantuan mesin pompa air kepada warga pedesaan yang rawan kekeringan dan menggantungkan mata pencaharian dari tanaman padi.

“Harapan kami ada bantuan pompa, selang, dan biaya minyak untuk mengaliri air ke sungai, karena sumber air ada tapi jauh, harus menggunakan mesin,” tutur Slamet warga Munggu.

Selain ancaman gagal panen disebabkan kekeringan juga hama wereng. “Kalau bisa mengairi tapi serangan wereng mengancam. Kalau panen padi musim kedua ini akan berkurang hasilnya bahkan ada yang sama sekali tidak panen. Banyak juga yang diserang wereng sulit kita untuk menjumlah luasan karena menjamur (sporadis) kejadian kerusakan baik yang kekeringan ataupun serangan wereng,” ujar Mujono kembali.

Salah satu PPL dari UPTD Bungkal, Amat ketika dikonfirmasi terkait keluhan petani pihaknya mengatakan kalau sudah melaporkan ke dinas dilaporkan 5 ha. “Kami sudah laporkan ke Dinas,” katanya.

Begitu juga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Harmanto ketika dikonfirmasi via selulernya hanya dibuka saja tanpa ada jawaban. (mal)

No More Posts Available.

No more pages to load.