Kelangkaan Gas Melon di Jember Jadi Sorotan Publik

oleh
oleh
Ilustrasi

Jember, petisi.co – Kelangkaan dan kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg atau biasa disebut dengan gas melon beberapa hari ini dikeluhkan banyak warga Kecamatan Jombang dan Kencong, Kabupaten Jember.

Rafan Zani 30 tahun warga Desa Cakru menyebutkan, gas elpiji 3 kg masih sulit didapatkan sebelum dan pasca lebaran di sejumlah wilayah. Salah satunya di Desa Cakru, Kecamatan Kencong.

“Gas elpiji agak sulit didapatkan belakangan ini. Harganya juga bervariatif di berbagai toko. dengan kisaran harga antara 20 ribu hingga 23 ribu rupiah per tabung. Semoga pasokan gas dan sistem distribusinya segera kembali stabil, sehingga dapat memudahkan akses bagi seluruh masyarakat,” kata Rafan.

Rafan mengakui sejumlah warga di desanya kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg di toko-toko pengecer maupun agen terdekat.

Hal serupa juga dirasakan Heti (49) ibu rumah tangga warga Desa Padomasan, Kecamatan Jombang. Dirinya mengaku sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg sebelum dan pasca lebaran ini.

“Dalam sore ini saya sudah keliling mencari gas elpiji 3 kg ini di 12 toko tempat pengecer. Padahal kami sangat membutuhkan sekali, tapi kami sangat kesulitan mendapatkannya,” jelas Heti.

Harapan Heti, pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat agar segera menangani kelangkaan gas elpiji 3 kg ini, agar semua bisa memasak nasi buat keluarganya. “Apalagi saya mempunyai cucu yang masih berumur kurang dari 2 tahun,” tegas Heti.

Amatan media ini, memang sering terjadi pasca lebaran atau keterlambatan distribusinya dan apakah juga mungkin dengan ramainya isu di medsos tentang dugaan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan ini yang menyebabkan kelangkaan gas melon. Juga sangat berpotensi penimbunan oleh oknum tertentu. (zen)

No More Posts Available.

No more pages to load.