Keluarga Pasien Terjun Bebas Dari Lantai 3 IGD Dr. Soetomo

oleh
Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS.Dr.Soetomo Surabaya.

Diduga Stres Karena Tekanan Biaya

SURABAYA, PETISI.CO – Insiden percobaan bunuh diri, yang dilakukan keluarga pasien yang melompat dari Gedung IRD, Lantai 3, RS. Dr. Soetomo, diduga stres akibat dari pembiayaan rumah sakit.

Dengan hal itu, pihak Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya diduga melanggar Peraturan Menteri Republik Indonesia NO: 63 Tahan 2014 Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. Pasalnya, kejadian tak terduga sempat membuat heboh di sekitaran Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Soetomo Jalan Karang Menjangan Surabaya. Bahkan senyap tanpa ada pemberitaan di media.

Sekitar pukul 19.00 wib, Minggu (1/4/2018) malam menurut sumber yang tidak mau disebutkan, saat di sekitar kejadian kepada awak media menceritakan, saat itu lagi mengurus saudara yang sedang ditangani di IGD RS. Dr. Soetimo. Dia melihat lantai dasar berbentuk taman di lantai dasar Gedung depan IGD, ada seorang pria yang jatuh dari lantai 3 gedung IGD.

“Namun semua yang mengetahui dan menyaksikan peristiwa tersebut, oleh pihak keamanan Rumah Sakit termasuk Satpol PP yang ada dilarang untuk mengambil gambar pada kejadian loncatnya seorang pria yang diduga adanya percobaan bunuh diri. Jadi saya tidak bisa memberikan foto saat kejadian di TKP,” ungkap nara sumber, Senin (2/4/2018).

Terpisah, untuk memastikan apakah benar ada peristiwa percobaan bunuh diri pada hari Minggu kemarin, mendapatkan data konfirmasi yang bersifat sementara jawaban kronologi kejadian dari Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Harsono berikut balasan lewat WhatsApp “Senin (2/4) sekitar pukul 19.35 wib, sudah mendapat penanganan, beliau adalah penunggu pasien”.

Masih Harsono, ini kronologinya mas  “Minggu 01 April 2018 Sekitar jam 05.30 , keluarga pasien percobaan bunuh diri lompat dari IRD lantai 3 jatuh di halaman depan IRD atas nama Mul. Dan Mul tidak membawa identitas alamat Banjar Anyar, Keras, Kediri, luka di dahi kanan, tulang ekor, punggung patah, kaki kanan saat ini di rawat di IRD. Punya keluarga yang rawat Inap di lt 2 bersalin IRD, atas nama Binti Nur Aini, Perempuan, 27 tahun, Banjar Anyar Kediri (Rujukan dari RS Gambiran Kediri). Pasien sudah dilakukan operasi untuk tungkainya cito kemarin. Dan rencana stabilisasi untuk fraktur lumbalnya hari ini Pak.”

Untuk melengkapi data yang dihimpun awak media, Selasa (3/4/2018), kembali melakukan konfirmasi terhadap Direktur RSUD.Dr. Soetomo, di ruang kerjanya, Harsono memberikan penjelasan secara kongkrit bahwa terkait korban terjun bebas dari lantai 3 gedung IRD pada hari Minggu malam.

“Kami dari pihak rumah sakit tidak tahu menahu akan insiden tersebut, apa yang melatar belakangi niat Mul untuk percobaan bunuh diri. Dia adalah penunggu pasien rawat inap ruangan bersalin, yang sebelumnya dari rujukan RSUD Gambiran Kediri,” jelas Harsono.

Saat ini korban pencobaan bunuh diri sudah ditangani dalam perawatan, karena beberapa tulang di tubuhnya ada yang patah. “Kami sudah tangani dan lakukan perawatan kasus korban tersebut mas, kami menggunakan dana dari provinsi untuk membiayai korban sampai saat ini,” tambah Harsono

Sementara disinggung soal kejadian apakah langkah nekat dari penunggu pasien yang terjun bebas dari lantai 3 Gedung IRD dikarenakan tekanan dalam pembayaran biaya persalinan pasien yang dijaganya, sehingga karena kebingungan biaya, sampai aksi nekat itu terjadi.

Namun Harsono membantah atas isu tersebut. “Tidak benar itu mas, silahkan bawa sini nara sumber yang sampean percayai itu, nanti saya bayar sampean kalau bisa membawa nara sumber tersebut ke sini,” tegas Harsono Direktur RS. Dr. Soetomo Surabaya, mengakhiri penjelasannya, Selasa siang (3/4) di ruang kerjanya.

Masih menjadi pendalaman data yang terjadi atas insiden percobaan bunuh diri di gedung IRD lantai 3, oleh awak media ini, dan sampai saat kejadian hingga sampai berita ini diturunkan, belum ada penanganan dari pihak kepolisian setempat. (irul)