Kembangkan Pembinaan Atlet, Kadispora Jatim Ingin Bangun Sport Center

oleh -201 Dilihat
oleh
Ali Kuncoro (kiri) memberikan keterangan pers
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Sebagai upaya untuk mengembangkan pembinaan atlet, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur (Jatim) akan membangun pusat olahraga atau sport center yang akan dipusatkan di salah satu daerah di Jatim.

Kadispora Jatim, M Ali Kuncoro, mengaku sudah sempat terpikir untuk membangun sport center yang bisa jadi wadah atlet muda. Hanya saja, sampai saat ini belum ada tindakan konkret untuk memulai rencana itu.

“Saya sudah pernah sampaikan bahwa harus mulai dipikirkan kita punya sport center yang satu titik, jadi semua ada di situ. Pada saat itu, saya ditanya lokasi di mana, di daerah Malang Raya saya pikir paling representatif,” ujar Ali di Surabaya, Selasa (28/11/2023).

Menurutnya, keinginan ini tidak lepas dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 yang juga dilaksanakan di Surabaya. Ajang itu membuat nama Indonesia menjadi sorotan dunia karena mampu menjadi tuan rumah dengan baik.

“Ini politik anggaran, skala prioritas itu sudah ada ketentuan yang harus diambil. Saya berdoa dan mohon doa restunya, semoga nanti ibunda kita tercinta (Gubernur Jawa Timur) bukan titik, tapi koma,” katanya.

Selama di Surabaya, tepatnya Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pertandingan Piala Dunia U-17 2023 berjalan lancar tanpa kendala. Penonton juga bisa tertib saat menuju maupun meninggalkan stadion kawasan Surabaya Barat itu.

Hal inilah yang menginspirasi Ali untuk memungkinkan memperhatikan cabor lain. Sport center akan membantu para atlet muda mendapat tempat pembinaan yang lebih optimal.

“Piala Dunia U-17 di Jatim ini, khususnya Surabaya, merupakan langkah awal dalam membawa spirit untuk generasi kita. Semangat luar biasa ini harus menggema untuk atlet masa depan,” tuturnya.

Sehingga di 2025 nanti pembangunan Sport center bisa kita wujudkan bersama. “Sekali lagi, ini tidak bisa hanya seorang kadispora. Ketika bicara politik anggaran, tolong juga mendukung bahwa betapa strategisnya ketika Jatim punya itu,” paparnya.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa titik sport center yang terletak di beberapa provinsi. Di antaranya adalah kompleks Gelora Bung Karno dan Jakabaring.

“Jatim ini gudangnya atlet. Kalau tidak, nanti pada hijrah ke mana-mana. Kenapa? Karena mereka merasa tidak bisa dikembangkan potensinya karena sarana yang tidak mendukung. Ini PR panjang, tapi harus melakukan sama-sama,” ungkap Ali.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jatim merupakan kiblat sepak bola nasional. Sudah banyak pesepak bola nasional yang lahir dari SSB maupun klub yang membina para pemain itu.

Namun, tak hanya itu. Pembinaan atlet di Jatim juga cukup masif di cabor lain macam basket, bola voli, bulutangkis, dll. Keberadaan sport center diharapkan bisa semakin memperkuat tradisi pembinaan atlet. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.