Kepala Bakesbangpol Jatim Ajak Sapma PP Jatim Antisipasi Perkembangan Medsos

oleh
oleh
Eddy Supriyanto menerima cinderamata dari mantan Ketua Sapma PP Jatim Arderio Hukom

Surabaya, petisi.co – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur (Jatim), Eddy Supriyanto mengajak Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Jatim untuk bersama-sama mengantisipasi perkembangan media sosial (medsos).

Ajakan tersebut, disampaikan Eddy saat memberikan sambutan di acara pembukaan Muswil III Sapma PP Jatim di Surabaya, Sabtu (13/12/2025). Muswil dengan agenda pemilihan ketua ini menetapkan M Agung Rizky sebagai ketua Sapma PP Jatim periode 2025-2029.

“Saya ingin Sapma PP Jatim untuk menjadi yang terdepan sebagai kaum intelektual muda Pancasila dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan,” tambahnya.

Menurut Eddy, yang menjadi antisipasi kita adalah media sosial (medsos). Di Eropa sekarang lebih takut dengan medsos. Karena kalau senjata tembak, sekali tembak yang kena satu, dua atau sepuluh orang.

“Tapi kalau medsos, sekali tembak tepat sasaran bukan hanya akan menewaskan jutaan orang, tapi banyak lagi. Karena efek medsos ini sangat luar biasa, berantai dan diterima langsung oleh seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Sekarang dengan medsos, lanjutnya, sudah tidak ada batas antar masyarakat. Yang jauh bisa dekat dan yang dekat menjadi jauh. Bahkan, di Australia sudah diatur penggunaan medsos tidak lebih dari usia 17 tahun. Di bawah usia 17 tahun dilarang menggunakan medsos.

“Mudah-mudahan di negara kita ini, ada kebijakan yang terbaik untuk kepentingan bersama. Karena medsos digunakan dengan bijak bisa membangun dan memberikan keuntungan bagi pengguna. Sebaliknya, kalau medsos disalahgunakan akan menghancurkan keutuhan bangsa dan negara,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Eddy menawarkan Sapma PP Jatim untuk menempati kantor di Bakesbangpol Jatim. Dia ingin kantor Bakesbangpol menjadi rumah bersama, rumah kebangsaan. Selama ini, kantor Bakesbangpol juga ditempati oleh LSM dan ormas yang lain.

“Kami ingin kantor kami menjadi laboratorium Indonesia, agar semua anak-anak bisa berdiskusi untuk membangun bangsa dan negara ini,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.