Komisi D DPRD Magetan Sidak Kerusakan Dinding Tebing Penahan Kali Gandong

oleh
Komisi D DPRD Kabupaten Magetan sidak amblasnya proyek pembangunan plengsengan dinding penahan Kali Gandong

MAGETAN, PETISI.CO – Mendapatkan informasi amblasnya proyek pembangunan plengsengan dinding penahan Kali Gandong yang berlokasi di Jl Thamprin, Kecamatan Magetan, Komisi D DPRD Kabupaten Magetan sidak di lokasi yang saat ini sudah ditutup dengan police line. Proyek tersebut baru beberapa bulan selesai penggerjaanya di tahun 2021 dengan nilai Rp 26 miliar.

Ketua komisi D DPRD Magetan, Suyono Wiling saat di lokasi menyampaikan, ini merupakan sidak resmi dari komisi D untuk melihat secara langsung kondisi plengsengan yang amblas.

Lokasi yang saat ini sudah di tutup dengan police line

“Dari hasil sidak ini nanti akan dijadikan bahan kajian dan diskusi dengan pihak-pihak terkait, yang selanjutnya akan dibawa ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Kementerian PUPR. Dengan kasat mata kita melihat kerusakan dinding penahan (plengsengan) ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal,” terang Suyono Wiling, Kamis (12/05/2022).

Dijelaskan Ketua Komisi D DPRD Magetan, keretakan plengsengan ini mungkin karena kurang baiknya perencanaan yang kurang tepat. Dan kemungkinan lainya akibat kurang konsekwensinya kontrak pelaksana dalam pengerjaanya yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak pekerjaan.

“Selanjutnya kami akan berupaya melakukan komunikasi secara intens dengan pihak BBWS terkait kerusakan pekerjaannya tersebut. Berikutnya dari Komisi D akan mengajak Dinas PUPR ke BBWS Bengawan Solo dan Kementerian PUPR guna menyampaikan kerusakan plengsengan di Kali Gandong ini,” imbuhnya.

Saat ini masa pemeliharaan dari rekanan pelaksana sudah selesai. “Kami akan mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah pusat segera menyelesaikan permasalahan rusaknya plengsengan,” jelasnya.

Jangan sampai menimbulkan ketakutan dan was was akan terjadi longsor pada musim hujan. Dari Komisi D merasa kecewa atas kondisi ini karena sejak tahun 2016-2021 dihantui rasa ketakutan. Ketika sudah dibangun masyarakat merasa senang sudah dibangun.

“Namun setelah beberapa bulan dibangun terjadi amblas lagi. Ini juga menimbulkan kekecewaan bukan hanya komisi D namun juga masyarakat,” pungkas Suyono Wiling. (pgh)

No More Posts Available.

No more pages to load.