Komunitas Pecinta Alam Kuantan Singingi Tanam Pohon dan Bersih-bersih

oleh
Pengiat kelestarian alam sedang kampanye dan edukasi dengan masyarakat

KUANTAN SINGINGI, PETISI.CO – Dalam rangka mempergati Kebangkitan Nasional tahun 2917, Himpunan Komunitas Penggiat dan Pecinta Alam Kuantan Singingi yang terdiri dari Alam Batobo, Kuantan Cares, Rempa, Unikspalala, Mapala Koja, MTMA Kuansing, Hipala Kuansing, dan OP Pala mengadakan kegiatan penanaman pohon dan bersih-bersih.

Selain itu juga pelantikan Pengurus HIKPA Kuansing periode 2017 – 2019 bertempat di Dayung Venue Danau Kebun Nopi Kuantan Singingi,  Sabtu – Minggu (20 – 21/5/2017).

Ditemui wartawan petisi.co di lokasi  camping ground  dr. Gianjar Sukma Putra, sebagai Ketua Umum didampingi  Arif Binafshi S.Kom, Sekretaris Jendral menyampaikan, ke depan orang berbicara tentang Kuantan Singingi, bukan hanya berbicara tentang Pacu jalur saja.

Tetapi juga tentang keindahan alam, dan keanekaragaman budaya. Dinamika sosial masyarakat, sejarah, serta destinasi wisata rohani yang terbentang indah dan panjang di bumi kota jalur ini.

Lebih lanjut dokter muda yang juga penggiat lingkungan sehat ini meneruskan,  oksigen adalah kebutuhan vital semua mahkluk hidup di bumi. Kebutuhan akan oksigen  semakin lama semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya perkembangan penduduk yang begitu pesat.

dr. Gianjar Sukma Putra

Ini akan memicu semakin menipisnya ketersediaan oksigen di alam, akibat kecerobohan manusia yang tidak menjaga keseimbangan alamnya.  Dimana manusia menebang pohon secara membabi buta.

Akibatnya, karbon dioksida sisa pembakaran manusia tidak bisa diolah sebagai bahan makanan tumbuhan. Karena pohonnya sudah ditumbang, sehingga menjadi gas buang yang beracun yang bisa menimbulkan berbagai dampak.

“Diantaranya perubahan iklim semakin ekstrim dan anomali, serta berbagai penyakit yang muncul yang diderita manusia,” ujarnya.

Tenaga medis yang bertugas di RSUD Kuantan Singingi ini neneruskan,  melihat efek diatas memang kita harus segera mengambil tindakan aksi, yaitu dengan mengajak semua masyarakat umumnya dan penggiat kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

Untuk menanam pohon di sepanjang pinggir venue dayung danau di kebun kopi ini yang luasnya 10 ha, dengan tanaman pohon Tembesi dan Mahoni yang jumlahnya  sekitar 600 batang.

Sementara, Arif Binafsihi S.Kom Sekjen HIKPA – Kuansing menyampaikan,  momentum kegiatan ini juga dipergunakan untuk melantik Pengurus HIKPA periode 2017 – 2019. “Kami atas nama pengurus berharap bahwa semua komponen yang terlibat dalam kepengurusan  harus bekerja secara ihklas dan optimal dalam rangka menjaga dan menyelamatkan  alam dari kerusakan,” ujarnya.(gus)