Konsolidasi Pelindo Jadikan Pelabuhan Terbaik di Dunia

oleh -777 Dilihat
oleh
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan pelabuhan Makassar New Port di Makassar, Sulawesi Selatan. (ft:Humas BUMN)

Proyek Strategis Nasional, Makassar New Port  di Makassar Diresmikan

SEMARANG, PETISI.CO – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, konsolidasi Pelindo I, II, III, dan IV menjadi Pelindo membuat Indonesia memiliki satu dari 20 pelabuhan terbaik dunia.

Demikian disampaikan Erick saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peresmian Proyek Strategis Nasional, Makassar New Port (MNP) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/02/2024).

Menurut Erich, kecepatan bongkar muat peti kemas pelabuhan di Indonesia saat ini juga semakin cepat dengan adanya sistem yang terintegrasi.

“Kami juga terus menata 122 pelabuhan yang ada di Indonesia melalui monitoring sistem pelabuhan yang terintegrasi,”  kata Erick melalui keterangan tertulisnya, dikutif dari laman antaranews.com, Rabu (28/022/2024).

Seperti diketahui, Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR menghadirkan tiga pelabuhan internasional dengan mengintegrasikan infrastruktur dan beberapa kawasan industri untuk menjadi bagian dari ekosistem pelabuhan.

Menteri BUMN Erick Thohir saat memberi sambutan.

Makassar New Port dinilai menjadi pelabuhan yang sangat penting, karena menjadi gerbang dunia untuk kawasan Indonesia bagian timur.

Dikatakan Erick, dari sisi keuangan, Kementerian BUMN juga terus berkonsolidasi untuk mendapatkan keuntungan dan investasi untuk Makassar New Port.

“Kita terus konsolidasikan dari segi keuangan, alhamdulillah (Pelindo) saat ini profit Rp 3,9 triliun dan investasi MNP ini mandiri dari Pelindo sendiri senilai Rp 5,4 triliun dan terus bertahap sampai Rp 10 triliun,” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Arif Suhartono mengatakan, pihaknya menghadirkan Proyek Strategis Nasional (PSN) MNP guna mendukung upaya pemerintah yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Menurutnya, pembangunan MNP Tahap 1A, 1B, dan 1C ini menyerap investasi senilai Rp 5,4 triliun dan masih berlanjut dengan pengadaan peralatan bongkar muat, penambahan fasilitas dan pengembangan MNP Tahap 1D yang akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan pasar dengan anggaran investasi hingga Rp 10 triliun.

Adapun fasilitas yang ada di mega proyek MNP saat ini yaitu 6 unit Container Crane (CC), 16 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), 2 unit Reach Stacker (RS), 15 unit Terminal Tractor, 1 unit Forklift 2 ton dan 392 unit Reefer Plug. Keseluruhan alat telah mendukung program green port atau terelektrifikasi telah menggunakan listrik.

MNP juga telah dilengkapi dengan Integrated Planning dan Control Room (PnC), sebuah langkah inovatif untuk memantau dan mengontrol layanan kapal, terminal, peti kemas, dan logistik secara terpusat.

“Transformasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan dan mendukung daya saing logistik nasional dengan cakupan pengawasannya yang tidak hanya terbatas di Makassar, namun juga mencakup wilayah lain seperti Kendari, Balikpapan, hingga Maluku dan Papua,”  ujar Arif.(adv/kij)

No More Posts Available.

No more pages to load.