Kontingen Drumband Surabaya Menuju Lampung

oleh
Kontingen drumband meminta doa restu ke Wali Kota Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Sebanyak 26 siswa SDN Margerejo dan 26 siswa SMPN 1, mengikuti kejuaraan nasional Drumband Junior yang akan digelar mulai 2-9 Februari mendatang di provinsi Lampung. Sebelum berangkat, kontingen mendatangi Balaikota Surabaya, untuk bertemu Walikota Tri Rismaharini Surabaya guna meminta doa restu, Rabu (1/2/2017).
Kedatangan mereka ke Balaikota disambut hangat Walikota perempuan pertama di Surabaya tersebut. Dalam arahannya Risma -panggilan Walikota- berpesan agar para siswa harus menjaga kesehatan selama mengikuti kejuaraan di sana dengan istirahat yang cukup dan menjaga pola makan.
“Sebelumnya mereka harus melewati seleksi tingkat provinsi dahulu, kemudian setelah lolos baru melaju ke tingkat nasional,” jelas Risma.
Risma juga mengatakan bahwa latihan drumband ini tidaklah mudah karena membutuhkan kekompakkan dan kebersamaan dan tidak bisa dilakukan secara individu, oleh karena itu dibutuhkan fisik yang siap.
“Kita fasilitasi mereka untuk berangkat, tapi yang paling penting mereka harus mampu menjaga kekompakkan antar tim untuk meraih juara,” tambah Risma.
Adhisti Yana Lestari salah satu siswi asal SMPN 1 mengungkapkan dalam menghadapi kejuaraan drumband tingkat nasional berbagai persiapan telah dilakukan salah satunya yakni dengan latihan mulai pukul 08.00-10.00 setiap harinya. Menurutnya menginjak H-30 kegiatan latihan telah dilakukan mulai dari latihan fisik hingga latihan musik.
“Kami ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Surabaya, kalau menjadi juara itu bonusnya,” tukas Adhisti.
Sementara itu, Kepala SMPN 1, Titik Sudarti berujar kegiatan drumband di sekolah merupakan upaya melatih kecerdasan anak lewat otak kanannya.
“Jika otak kirinya sering diidentikan dengan proses logika, menghafal fakta dan data, serta menarik kesimpulan yang tepat dari sebuah analogi maka otak kanan mempunyai fungsi yang berbeda,” tutur Titik.
Titik menambahkan ketika kemampuan otak kiri dan kanan anak dapat diasah seimbang, bukan tidak mungkin anak menjadi lebih cerdas dan pintar bersosialisasi dengan orang lain. (hari)