Kritisi PT JGU, Ketua Pansus BUMD: Paparan Manajemen JGU Tidak Ditopang Data Yang Lengkap dan Terukur

oleh
oleh
PT JGU dan tiga anak perusahaannya rapat dengar pendapat dengan Pansus BUMD DPRD Jatim

Batu, petisi.co – PT Jatim Graha Utama (JGU) dan tiga anak perusahaannya menjadi BUMD pertama yang mendapat pengkritisan pertama dari Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jatim, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Balai Kota Batu, 17-19 Desember 2025.

Dalam rapat yang dibuka oleh Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf yang didampingi Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, sejumlah anggota Pansus yang dipimpin Ketuanya dr Agung Mulyono dan Wakil Ketua Pansus Nasih Aschall memberikan pengkritisan terhadap PT JGU.

Ketua Pansus dr Agung Mulyono bahkan menilai menilai paparan yang disampaikan manajemen JGU belum ditopang data yang lengkap dan terukur, sehingga Pansus belum bisa melakukan pendalaman secara substansial.

“Ini rapat perdana, memang kami masih banyak mendengarkan. Tapi harus saya sampaikan, data yang disampaikan JGU belum lengkap. Tenaga ahli kami sudah mengecek sejak tadi malam. Tanpa data yang utuh, kami tidak bisa bicara lebih jauh soal revenue, profit, maupun potret keuangan BUMD,” tegas dokter Agung.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim itu menyebut, paparan yang disampaikan masih bersifat normatif dan cenderung janji ke depan.

Karena itu, Pansus memberi tenggat waktu dua hari agar seluruh laporan kinerja dan keuangan dilengkapi.

“Yang kami minta sederhana, laporan itu potret nyata dari masing-masing perusahaan. Bicaranya harus by data, supaya terukur. Kalau hanya normatif, nanti begini, nanti begitu, itu tidak cukup untuk bahan rekomendasi Pansus,” ujarnya.

Dokter Agung juga menyoroti sejumlah persoalan strategis, salah satunya soal anak usaha JGU yang bergerak di pengelolaan limbah B3. Ia mempertanyakan mengapa rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur justru banyak memilih pihak swasta.

“Pertanyaannya sederhana, why? Kenapa rumah sakit yang notabene satu ekosistem dengan Pemprov tidak memilih BUMD? Apakah kualitasnya, harganya, atau pelayanannya? Ini justru harus jadi bahan koreksi internal, dan itu semua harus dijawab dengan data objektif, termasuk dari sisi pengguna eksternal,” katanya.

Karena Direktur Utama JGU Mirza Muttaqin dalm rapat tersebut kurang fit karena sedang sakit dan paparan belum maksimal, Pansus sepakat menunda pendalaman rapat ke agenda berikutnya.

Meski demikian, Agung menegaskan Pansus BUMD dibentuk bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memperbaiki kinerja BUMD secara menyeluruh.

“Pansus BUMD ini belum pernah ada sebelumnya. Tujuan kami jelas, memperbaiki performa BUMD Jawa Timur. Kalau kinerjanya bagus, revenue naik, ujungnya PAD Jawa Timur juga naik. Ini masih awal, jadi santai saja, tapi datanya harus lengkap,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim Nasih Aschol menegaskan bahwa rapat kali ini belum bisa ditarik kesimpulan karena minimnya data yang disampaikan.

“Secara kesimpulan memang belum bisa hari ini, karena datanya belum menyeluruh. Tapi sudah ada beberapa catatan penting yang nanti akan kami dalami dalam pembahasan berikutnya,” ujar Nasih.

Dalan rapat perdana Pansus ini diikuti beberapa anggota Pansus. Diantaranya tampak Sri Untari Bisowarno, Abdul Qodir, Erick Komala, M. Jairi Irawan, Hadi Setiawan, Fuad Bernardi, Pranaya Yudha Mahardika, Abdul Halim, Iwan Zunaih dan Yordan Batara Goa. (ari)

No More Posts Available.

No more pages to load.