Sidoarjo, petisi.co – Sebagai Perguruan Tinggi swasta terbaik di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) makin memantapkan langkah menuju kampus unggul di level ASEAN (ASEAN Recognition) pada tahun 2038.
Guna mewujudkan visi sekaligus target tersebut, Umsida secara konsisten melahirkan program studi (prodi) baru. Salah satunya yakni Melaunching Prodi Magister Ilmu Komunikasi (S2) dibawah naungan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS).
“Program studi S2 Ilmu Komunikasi Umsida, hari ini secara simbolis kami launching berbarengan dengan acara seminar dan bedah buku. ini merupakan prodi terbaru kedelapan dari FBHIS yang diharapkan bisa makin mendorong percepatan terwujudnya Umsida sebagai kampus unggul di level ASEAN,” ujar Dekan FBHIS Umsida, Dr. Poppy Febriana, M.Med.Kom, Selasa (28/10/2025).
Poppy mengaku prodi Magister Ilmu Komunikasi masih menjadi Primadona di Tanah air. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, utamanya dalam penguasaan soft skill dibidang Public Relation (PR) dan pesatnya pertumbuhan media baru.
“Kami sudah melakukan riset, terkait profesi yang dibutuhkan di masa depan dan peluangnya cukup besar dibutuhkan di dunia bisnis, industri dan akademik yakni PR atau Kehumasan serta New Media,” terangnya.
Menurutnya, Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Umsida yang menghadirkan bidang penguasaan PR dan New Media menjadi ciri pembeda dengan banyak kampus di Jawa Timur yang membuka prodi sejenis.
“Ini menjadi langkah strategis bagi Umsida untuk menjawab kebutuhan zaman, khususnya di kehumasan era digital dan media baru. Kedua bidang tersebut menjadi fokus utama dalam kurikulum program ini. Memang banyak prodi sejenis di beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur maupun di Indonesia. Namun yang pasti, kenapa pilih Umsida, ya alasannya karena dua bidang garapan tersebut yang menjadi pembeda kami dengan kampus lain,” ujar Poppy.
Ia menegaskan Magister Ilmu Komunikasi Umsida membuka kesempatan seluas-luasnya untuk seluruh calon mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. “Program ini terbuka untuk siapa saja yang tertarik untuk mendalami ilmu komunikasi. Bebas, boleh dari lulusan S1 mana pun,” tandasnya.
Terlebih, imbuhnya, Umsida juga menyediakan program matrikulasi bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. Tujuan matrikulasi agar calon mahasiswa S2 ilmu komunikasi memiliki dasar pemahaman dan persepsi yang sama sebelum memasuki perkuliahan inti.
“Tadi ada yang nanya apakah dari jurusan lain masuk ke prodi ini. Jawabnya sangat bisa. Karena di Umsida ada program matrikulasi. Lalu ada pula, kelebihan di Umsida yang tidak dimiliki kampus lainnya yaitu kuliah tanpa ribet. Karena kurikulumnya dirancang selesai dalam tiga semester,” tekannya dengan senyum mengembang.
Poppy menjelaskan kuliah anti ribet, selain ditempuh dengan waktu singkat juga sistem perkuliahan sangat fleksibel dan efisien. “Mahasiswa dapat dapat mengikuti sistem kuliahnya secara hybrid. Ada tatap muka kelas dan diperbolehkan melalui daring. Sehingga bisa diikuti dari mana pun,” terang Dr. Poppy.
Prodi S2 Ilmu Komunikasi Umsida juga sudah menerapkan kemudahan dan keluwesan tesis dengan berbagai alternatif. Satu diantaranya melalui publikasi ilmiah (jurnal riset terapan).
“Keunggulan berikutnya, tidak perlu lagi mahasiswa S2 Umsida menulis tesis yang tebal-tebal seperti dulu. Sebab sekarang, sudah ada skema tesis alternatif sesuai ketentuan. Salah satunya menulis publikasi ilmiah atau membuat karya monumental,” tuturnya.
Poppy memastikan Prodi S2 Ilmu Komunikasi Umsida tidak hanya berorientasi nasional, namun juga diarahkan menjangkau hubungan tingkat dunia. Melalui inisiasi kegiatan bersama dengan jaringan internasional diharapkan mahasiswa bisa mendapat banyak ilmu serta pengalaman.
“Fakultas kami sudah banyak melakukan inisiasi kegiatan level internasional. Seperti visiting lecturer atau dosen tamu dari akademisi negara lain. Kolaborasi berupa joint research dengan pakar asing, kami juga telah lakukan. Upaya ini memberikan ilmu dan pengalaman berharga bagi mahasiswa S2 Umsida,” akunya.
Untuk tahap awal, Umsida menargetkan satu kelas prodi S2 Ilmu Komunikasi berisi 40 mahasiswa. Program perkuliahan ini akan resmi dimulai pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
“Hari ini dibuka dengan promo gratis biaya pendaftaran. Satu kelas, kami buka kesempatan untuk 40 mahasiswa. Maka buruan daftar sebelum promo-promo lainnya habis,” tutup Kaprodi Ilmu Komunikasi Umsida, Nur Maghfirah Aesthetika, S.Sos., M.Med.Kom. (luk)








