LBH Unitomo Kawal Pengaduan Kasus Mafia Tanah

oleh -197 Dilihat
oleh
LBH Unitomo menerima laporan tiga korban mafia tanah dan memeriksa dokumen kepemilikan tanah.

SURABAYA, PETISI.CO – Lembaga Bantuan Hukum Universitas Dr Soetomo (LBH Unitomo) melakukan konsultasi dengan Unit Pelayanan Direskrimum Polda Jatim terkait dengan perilaku mafia tanah yang merugikan banyak korban.

Rektor Unitomo, Dr Bachrul Amiq, SH MH mengatakan, LBH Unitomo telah menerima laporan dari Muzaki, Pujiono dan Ibu Hj Atikah. Mereka adalah korban dari mafia tanah. Untuk itu LBH Unitomo akan mengambil tindakan akan mengawal permasalah yang dihadapi korban hingga tuntas.

“Tindakan mafia tanah ini banyak memakan korban dan meresahkan, karena itu kami berupaya untuk mengambil tindakan membantu korban menghadai permasalahan ini,” kata Rektor Unitomo , Dr Bachrul Amiq, SH MH, Rabu (29/1).

Rektor Unitomo menambahkan bahwa konsultasi dengan Unit Pelayanan Direskrimum Polda Jatim untuk menyeimbangkan frekuensi, selanjutnya akan audensi dengan BPN untuk menggali informasi lebih dalam terkait permasalahan yang dihadapi korban.

“Intinya, LBH Unitomo akan mengawal kasus ini. Kami targetkan dalam enam bulan ini bisa menyelesaikan kasus tersebut,” tambah Amiq.

Hj Atikah salah satu korban dari mafia tanah menceritakan, memiliki warisan berupa empat sertifikat di satu lokasi, di kawasan Dupak, Surabaya. Setelah suaminya meninggal, sertifikat diagunkan ke bank dan tidak bisa membayar.

Kemudian, datanglah seorang bernama The Tomy yang menyatakan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi korban. Selanjutnya, The Tomy mengambil sertifikat yang diagunkan tersebut dan membawa Hj Atikah beserta anak ke Hotel Kenongo.

Di tempat itu The Tomy membuat ikatan perjanjian jual beli dengan ahli waris. Dengan alasan bila  ada pembeli maka uang akan diberikan. Ternyata praktiknya tidak seperti itu. “Saya pernah membawa pembeli, tapi tidak diperbolehkan. Tahu-tahu, sudah berpindah tangan,” jelas Hj Atikah. (cah)

No More Posts Available.

No more pages to load.