Lima Selamat, Dua Tewas, Diterjang Banjir Bandang di Kediri

oleh
Suasana banjir di Sungai Klepu Banyakan Kabupaten Kediri

KEDIRI, PETISI.CO – Bencana banjir bandang yang terjadi di Dusun Klepu, Desa Parang Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, lima orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua orang lainnya terbawa air banjir, pada Rabu (25/2/2017) sore.

Selanjutnya, jenasah dua korban ditemukkan, Kamis (26/1),  yakni, Hadi Busro (18) warga Dusun Pulosari Kelurahan Banjarmlati Kec. Mojoroto Kota Kediri dan Sofa (17) warga Dusun Pojok Desa Tiron Kec. Banyakan Kabupaten Kediri.Mereka, ditemukan 12km dari lokasi kejadian.

“Kedua jenasah berada di RS. Polda Bhayangkara Kediri, yang selanjutnya diserahkan pihak keluarga guna pemakaman,” jelas AKP Anwar Iskandar, Kasubag Humas Polres Kediri Kota.

Diceritakan AKP Anwar Iskandar, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, hujan deras sejak Rabu siang kemarin, disusul kiriman air dari arah Lereng Gunung Wilis hingga masuk ke perkampungan rumah penduduk. Warga pun berusaha menyelamatkan barang berharga dan ternyata terdapat sejumlah orang sedang berada di Kawasan Wisata Air Terjun Klepu.

Dari keterangan lima orang saksi saat dimintai keterangan di Polsek Banyakan, Yusuf Kurniawan (12) warga Desa Gobang Kec. Semen, Khoirudin (18) warga Desa Gedangan Kec. Mojo. Selanjutnya, Siti Munawaroh (20), Ayu Puji (16) dan Ida Lestari (16), ketiganya, warga Desa Ngablak Kec. Banyakan Kabupaten Kediri.Mereka, saat itu berada di kawasan wisata air.

“Saat hujan semakin deras, lima orang kemudian berteduh di gazebo berada di kawasan wisata, namun dua orang lainnya masih berada di kawasan air terjun. Begitu air datang, keduanya langsung terbawa dan kasus ini segera dilaporkan ke Polsek Banyakan,” imbuh Anwar Iskandar.

Sementara, sejumlah pihak menyayangkan kejadian ini, termasuk maraknya aksi galian C dianggap telah menyalahi aturan dengan tidak mengacu kelestarian alam dan keselamatan jiwa orang lain.

“Lihat saja di atas, marak galian C, tapi selama ini tidak ada tindakan dari siapapun,” jelas Muhtar, salah satu warga setempat ditemui di lokasi kejadian.(bud)